Tomohon,– Dituding sebagian pihak bahwa jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Pemerintah Kota Tomohon merekrut Tenaga Kontrak secara diam-diam itu tidak benar.
“Pemerintah Kota Tomohon menegaskan bahwa jumlah Tenaga Kontrak yang ditetapkan pada bulan Oktober 2023 hingga saat ini tidak mengalami penambahan,” tegas Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Tomohon, melalui Kepala Bidang Perencanaan Administrasi Kepegawaian, Hanny Waworuntu saat dikonfirmasi sejumlah media, Kamis (17/10/24).
Waworuntu lanjut menjelaskan, ada Tenaga Kontrak yang mengundurkan diri atau berpindah tempat kerja. Namun hal ini terjadi secara alami dan bukan karena tindakan pemberhentian sepihak oleh pemerintah.
Tenaga Kontrak yang berhenti bekerja disebabkan oleh beberapa faktor. Ada yang tidak lagi masuk kerja karena telah berpindah tempat kerja.
- Gelar RDP, Komisi IV DPRD Sulut Mediasi Permasalahan Antara Pekerja Dengan Pihak Penyedia Jasa Di Lingkungan RSUP Kandou
- Sekprov Tahlis Gallang Tegaskan Peran DWP Provinsi Sulut Sebagai Penyangga Kinerja ASN dan Mitra Kerja Pemerintah
- Irensya–Luky Juara Liga Pasangan GBKT 2026, Dominasi Senior Berhasil Dipatahkan
“Tapi ada yang diberhentikan, karena tidak menunjukkan kinerja yang memadai. Namun kami tidak semena-mena memberhentikan Tenaga Kontrak”
“Setiap Tenaga Kontrak dievaluasi kinerjanya secara rutin setiap tiga bulan. Jika ada yang tidak melaksanakan tugas dengan baik, tentunya dievaluasi oleh Kepala Perangkat Daerah masing-masing,” jelas Hanny Waworuntu.
Imbuhnya, “Pemerintah Kota Tomohon terus berkomitmen menjaga kualitas setiap Tenaga Kontrak agar dalam bekerja memiliki kinerja yang baik dan berdedikasi dalam tugasnya,” sebut Waworuntu (*)






