Manado – Menyikapi fenomena maraknya kejadian kriminal yang melibatkan anak sekolah, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI melalui Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) menggelar program ‘BPHN Mengasuh’.
BPHN Mengasuh merupakan program pembinaan dan pemberian pengetahuan Hukum dan Pancasila kepada anak-anak pelajar.
Senin (20/03) Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sulawesi Utara bergerak cepat membagi tim dan mengadakan penyuluhan Hukum di 3 Sekolah yang ada di Kota Manado, di antaranya SD Eben Haezar 1 Manado, SMP Katolik Don Bosco Manado, dan Madrasah Aliyah Ponpes Assalam Manado.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sulawesi Utara Ronald Lumbuun bersama Kepala Divisi Administrasi John Batara hadir secara langsung pada kegiatan tersebut.
- Pondasi Iman dan Kebersamaan, PLN UID Suluttenggo Dukung Penuh Kegiatan Keagamaan Hapsa P/KB Sinode GMIM Tahun 2026
- Gelar Srikandi Goes to School di SMA Negeri 1 Manado, PLN UID Suluttenggo Perkuat Karakter dan Literasi Energi Generasi Muda
- Gerakan Ekonomi Hijau, Dekranasda Bitung Gelar Pelatihan Pembuatan Tas Kresek Jadi Produk Bernilai Jutaan
Kakanwil menyampaikan bahwa fenomena bullying dan kekerasan pada dewasa ini sering terjadi di kalangan pelajar, dan hal ini sangat memprihatinkan bagi kita semua. “Maka dari itu, kita membutuhkan peran dari semua pihak guna memberikan kesadaran hukum kepada pelajar mengenai nilai-nilai Hukum dan Pancasila,” terang Kakanwil.
Ia juga menyampaikan, melalui kegiatan penyuluhan hukum dengan tema “BPHN Mengasuh” Mencegah Kenakalan dan Kriminalitas Anak Dengan Memahami Nilai Pancasila Dalam Kehidupan Sehari-hari diharapkan menjadi momentum yng bernilai dalam pembinaan hukum di sekolah dan menjadi langkah preventif terhadap tindak pelanggaran hukum bagi pelajar.
Lebih lanjut Kakanwil menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk lebih membumikan Nilai-Nilai Pancasila dan menghargai Kebhinekaan yang ada di NKRI. “Karena Indonesia merupakan Negara yang mejemuk, prural, beragam suku adat dan budaya, sesuai dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika,” pungkas Kakanwil. (Mal*)





