Sulut – Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey diwakili Ketua TP PKK Sulut Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan menghadiri pembukaan Indonesian Pearl Festival 2019 di Atrium Lippo Mall Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (21/11/2019).
Indonesian Pearl Festival 2019 yang kedelapan ini digelar Kementerian Kelautan dan Perikanan bekerja sama dengan Asosiasi Budidaya Mutiara Indonesia (Asbumi) dan Pemprov Sulut untuk mempromosikan mutiara lokal dengan kualitas internasional.
Dalam pembukaan nampak hadir, Sekjen Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Nilanto Perbowo, Wakil Ketua TP PKK Sulut Kartika Devi Kandouw-Tanos dan Ketua DWP Sulut Ivonne Silangen-Lombok.
Pada kesempatan itu, Ibu Rita mengapresiasi KKP dan Asbumi yang telah mengangkat keunikan dan keindahan Bumi Nyiur Melambai Provinsi Sulut dalam pelaksanaan Indonesia Pearl Festival 2019 ini .
- Diresmikan Presiden Prabowo, Pemkab Minsel Dukung Pengoperasional 1.061 Unit KDKMP
- Bupati Michael Thungari Beri Dukungan dan Apresiasi Serta Motivasi Bagi Ke Empat Siswa Peserta Seleksi Paskibraka Tingkat Provinsi Sulawesi Utara
- Wabup Vasung Hadiri Groundbreaking 10 Gudang Pangan Polri dan Launching Operasional 166 SPPG
“Tentunya disamping menjadi kebanggaan tersendiri bagi Pemprov Sulut dan seluruh masyarakat bumi nyiur melambai, festival ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pembangunan daerah di sektor kelautan dan perikanan , serta dapat mengangkat destinasi wisata di derah daerah Indonesia yang memiliki potensi areal budidaya kerang mutiara,” kata Ibu Rita.
Lanjut Ketua TP PKK Sulut, Indonesia Pearl Festival adalah sebuah program unggulan yang dimaksudkan untuk peningkatan promosi Indonesia sebagai penghasil mutiara dunia dan penguatan branding “Indonesia South Sea Pearl (ISSP)”.
“Juga untuk mempromosikan destinasi destinasi wisata yang memiliki potensi areal budidaya kerang di Indonesia dan mendatangkan lebih banyak lagi para pecinta mutiara dari luar negeri ke Indonesia,” tandasnya.
Ibu Rita menuturkan bahwa Sulut sebagai salah satu provinsi di Indonesia cukup potensial dalam turut menjaga eksistensi Indonesia sebagai penghasil mutiara laut selatan serta berkontribusi bagi peningkatan promosi Indonesia sebagai penghasil mutiara dunia.
“Sulut memiliki kurang lebih 15 potensi wilayah budidaya mutiara. Sulut juga memiliki beberapa destinasi wisata yang memiliki potensi areal budidaya kerang mutiara, salah satunya Bunaken. Bunaken tidak saja dikenal sebagai destinasi wisata dengan keindahan taman lautnya tetapi juga menjadi destinasi wisata yang turut memberikan sumbangsih terhadap eksistensi Indonesia sebagai penghasil mutiara laut selatan serta turut berkontribusi bagi peningkatan promosi Indonesia sebagai penghasil mutiara dunia,” kunci Ibu Rita.(*/JM)






