Manado – Guna kesiapan dan upaya antisipasi masuk virus corona jenis baru, yang juga dikenal dengan nama 2019-nCoV, bisa menular dari manusia ke manusia. Wabah yang berasal dari Wuhan, Cina bagian timur, telah mengakibatkan tujuh belas orang tewas.
Sementara lebih dari lima ratus lainnya terinfeksi. hal ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Manado, langkah cepatpun dilakukan Walikota. DR. Ir. GS Vicky Lumentut, SH, M.Si, DEA, dengan menggelar rapat internal bersama jajaran pemerintah bidang kesehatan, Asisten II Setda Kota Manado, Kadis Kesehatan Kota Manado dan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kota Manado. Kamis (23/01/2020).
Diketahui Kota Manado merupakan 19 Kota di Indonesia, yang menerima penerbangan langsung dari China.
Setelah menggelar rapat internal, Walikota Vicky Lumentut melanjutkan dengan memantau dan melakukan koordinasi serta berdiskusi kesiapan RUSP Prof Kandouw Malalayang Manado, bersama Direktur RUSP, DR. Dr. Jimmy Panelewen.
- Pondasi Iman dan Kebersamaan, PLN UID Suluttenggo Dukung Penuh Kegiatan Keagamaan Hapsa P/KB Sinode GMIM Tahun 2026
- Gelar Srikandi Goes to School di SMA Negeri 1 Manado, PLN UID Suluttenggo Perkuat Karakter dan Literasi Energi Generasi Muda
- Gerakan Ekonomi Hijau, Dekranasda Bitung Gelar Pelatihan Pembuatan Tas Kresek Jadi Produk Bernilai Jutaan
“Sebagai daerah yang menerima langsung penerbangan dari China, tentunya kesiapan perlu kita antispasi, dimana RSUP Prof Kandouw Malalayang Manado, sudah ada SOP dan siap untuk melayani, juga dihimbau agar warga Kota Manado tidak kwatir dengan virus tersebut,” ujar Walikota Vicky Lumentut.
Sementara itu, Direktur RSUP Prof Kandouw Malalayang Manado, menyampaikan bahwa RSUP Kandouw Malalayang, sudah memiliki SOP dan panduan dalam penanganan penyakit yang mudah menular.
” Dan informasikan sampai disaat ini belum ditemukan kasus virus corona di Sulawesi Utara khususnya Kota Manado,” kata Direktur RSUP Kandouw Malalayang. (AH)






