Bitung-Jajaran Polres Bitung, memaknai momentum Ramadan tahun ini sebagai ruang mempererat kebersamaan lintas iman. Hal ini terlihat buka puasa bersama anak yatim, di ruang Tribrata Aspol Pinokalan, Rabu (4/3/2026).
Kegiatan buka puasa bersama ini melibatkan personel, Bhayangkari, tokoh agama, serta anak-anak yatim.
Acara diawali dengan lantunan tilawatil Quran, dilanjutkan sambutan Kapolres Bitung dan pemberian santunan kepada anak yatim serta Tausiyah Ramadan disampaikan oleh Ustaz Hi. Narto Pakaya, S.Ag., M.Pd, yang juga Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bitung, dengan tema “Hidup Harmonis dalam Beragama.”
Dalam sambutannya, Kapolres Bitung, AKBP Albert Zai SIK, MH, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian bulan bakti ramadan Polres Bitung yang telah berjalan sejak awal puasa.
- Melangkah Sehat, Bergerak Hijau: PLN UP3 Luwuk Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dengan Aksi Bersih Lingkungan
- Gelorakan Semangat Pancasila, PLN dan Pemprov Sulteng Kejar Target 100% Desa Berlistrik di 2029
- Pansus RTRW Menggelar Rapat Penyempurnaan Hasil Evaluasi Kemendagri Terhadap Ranperda RTRW Tahun 2025-2044
“Kegiatan buka puasa bersama ini adalah bagian dari rangkaian bulan bakti ramadan. Sebelumnya kami telah melaksanakan pembersihan rumah ibadah, khususnya Masjid, bakti sosial serta pembagian takjil oleh Polres dan jajaran Polsek. Hari ini kita berbagi kebahagiaan bersama anak-anak yatim,” ujar Kapolres.
Ia menyampaikan, Ramadan bukan hanya menjadi momentum ibadah bagi umat Islam, tetapi juga ruang memperkuat nilai toleransi dan kepedulian sosial di tengah masyarakat majemuk seperti Kota Bitung.
“Bulan ramadan adalah bulan penuh rahmat. Bukan hanya bagi saudara-saudara kita yang menjalankan ibadah puasa, tetapi juga bagi kita semua untuk memperkuat semangat berbagi, saling pengertian, dan toleransi,” tegasnya.
Kapolres mengungkapkan, komposisi personel Polres Bitung yang beragam mencerminkan representasi masyarakat Kota Bitung, sehingga nilai toleransi menjadi fondasi utama dalam pelaksanaan tugas.
“Personel kami representatif dengan kondisi masyarakat Kota Bitung, dengan komposisi yang hampir seimbang antara Kristen dan Muslim. Ini menjadi bukti bahwa semangat toleransi sangat dijunjung tinggi di internal Polres Bitung,” kata Albert Zai.
Ia juga menekankan makna Ramadan sebagai momentum pengendalian diri dan peningkatan kualitas moral, bukan sekadar menahan lapar dan dahaga.
“Puasa bukan hanya menahan makan dan minum, tetapi bagaimana kita mampu mengendalikan diri dari hawa nafsu dan menjaga perilaku. Inilah esensi Ramadan yang harus kita maknai bersama,” ujarnya.
Kepada anak-anak yatim yang hadir, Kapolres memberikan pesan motivasi agar tetap semangat mengejar cita-cita.
“Anak-anak kami adalah generasi penerus bangsa. Tidak ada yang mustahil selama kita percaya kepada Tuhan, menjaga diri, dan terus berusaha. Kesempatan itu sama untuk semua,” pesannya.
Menutup sambutannya, Kapolres berharap nilai-nilai Ramadan dapat menjadi energi positif dalam pengabdian kepada masyarakat.
“Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT, senantiasa menjaga dan melindungi kita dalam pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” pungkasnya. (hzq)








