Gandeng Kader Posyandu, Universitas Sam Ratulangi Bantu Wujudkan Desa Minaesa Zero Stunting

Sulut-Sejalan dengan upaya dukungan program pemerintah terkait asta cita keempat yaitu “Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas”, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Sam Ratulangi yang diketuai oleh Dosen Prodi Farmasi Yuanita Amalia Hariyanto, S.Si, M.Si. menggelar kegiatan PKM yang didanai oleh DPPM, Dirjen Riset dan Pengembagan, Kemdiktisaintek tahun 2025 yang bertajuk Diversifikasi Olahan Ikan yang Difortifikasi Ekstrak Jamur Tiram dengan Konsep Zero Waste Menuju Zero Stunting Bagi Kelompok Ibu Sadar Gizi.

Berdasarkan riset dan survey lokasi daerah di Provinsi Sulawesi Utara, Desa Minaesa yang berada di pesisir laut Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara terpilih karena memiliki latar belakang pemenuhan gizi anak yang kurang baik. Menurut data dari puskesmas setempat, pada tahun 2025 kasus stunting yang terjadi di Desa Minaesa mencapai 12 anak pada usia balita.

Hal ini menjadi perhatian khusus mengingat desa ini mempunyai potensi hasil laut yang cukup tinggi, sehingga secara teori kebutuhan protein maupun gizi masyarakat setempat telah tercukupi. Namun fakta menunjukkan bahwa ternyata teori ini tidak berlaku di Desa ini. “Saya sendiri heran mengapa ada kasus stunting di desa ini, namun saya memiliki dugaan hal ini karena anak-anak di Minaesa sering mengonsumsi ikan suak atau ikan yang sudah hilang kandungan gizinya”, Ungkap Syafrin, Kepala Desa Minaesa.

Yuanita Amalia, selaku ketua tim PKM bertekad akan membantu mewujudkan menurunkan angka stunting dengan mengadakan sosialisasi, pelatihan, pendampingan kepada 10 ibu kader posyandu Desa Minaesa, serta memberikan aset berupa paket alat produksi olahan ikan, satu set alat penyimpanan ikan, dan satu set alat kesehatan untuk monitoring kondisi anak-anak di desa Minaesa.

Kegiatan tersebut telah berlangsung dari Bulan Oktober hingga pertengahan Bulan November 2025. Nantinya ibu-ibu kader posyandu ini akan menjadi ujung tombak dalam penurunan angka stunting dengan membuat inovasi olahan makanan pendamping berupa egg roll, nugget, bakso, dimsum, dan tahun bakso dengan bahan dasar daging ikan.

Hal senada disampaikan ketua kader posyandu Minaesa, Aifa Elong. Beliau sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas program pengabdian yang telah diinisiasi oleh Universitas Sam Ratulangi. “Tentu kami juga memiliki harapan yang tinggi untuk ibu-ibu kader posyandu dalam mewujudkan Minaesa Zero Stunting dengan melakukan inovasi olahan ikan yang mampu diproduksi secara mandiri dan berkelanjutan. Hal ini menjadi komitmen saya sebagai akademisi yang sejalan dengan visi misi pemerintah dalam upaya pencegahan stunting di Provinsi Sulawesi Utara”, Pungkas Yuanita. (*)

Loading