Sonya Selviana Kembuan saat bersama 2 Tuna Netra
MANADO – Kepedulian calon Walikota Manado nomor urut 2 Sonya Selviana Kembuan (Sonya) terhadap masyarakat tanpa memandang status sosial maupun kedudukan sangatlah besar.
Bagi Sonya, semua manusia adalah makhluk mulia yang diciptakan Tuhan dan harus dihargai dan dihormati hak-haknya meskipun terdapat kekurangan atau cacat secara fisik.
Hal itu terlihat saat Sonya bertemu dengan warga Manado penyandang disabilitas netra di salah satu mini market di bilangan Sindulang Dua, Kamis (22/10/2020) malam.
Sambil duduk melantai di teras mini market tersebut, Cawali yang diusung Partai Golkar, PKS dan Hanura itu berkomunikasi dan menyerap aspirasi dua tuna netra paruh baya itu.
- Sekwan Silangen Hadiri Peresmian Museum Negeri Provinsi Sulut : Menunjukan Komitmen Kuat Dalam Mendukung Pemeliharaan Cagar Budaya Dan Entitas Pariwisata Berbasis Edukasi
- Diresmikan Menteri Kebudayaan, Wajah Baru Museum Negeri Sulawesi Utara Jadi Ruang Edukasi Modern dan Ikon Wisata Budaya
- Resmikan Museum Negeri Provinsi Sulut, Fadli Zon Puji Kepemimpinan Gubernur Yulius Peduli Dengan Budaya Daerah
Dalam percakapan tersebut, kedua tuna netra mengaku mereka harus bekerja setiap hari hingga malam untuk bertahan hidup. Apalagi, ditengah pandemi Covid-19 ini, sangat sulit mendapatkan uang.
Meski tidak dapat melihat, namun keduanya berharap kedepan ada perubahan di Kota Manado, termasuk hadirnya pemimpin yang peduli serta memiliki perhatian kepada kaum difabel.
Menurut Sonya, jika dirinya dan calon Wakil Walikota Syarifudin Saafa (Syarif) diberi mandat oleh rakyat untuk memimpin Kota Manado, ada program untuk mengangkat derajat hidup penyandang disabilitas. Selain itu, Paslon Sonya-Syarif akan libatkan kaum disabilitas dalam pembangunan Kota Manado, berupa ide dan masukan serta saran.
“Kami akan memperhatikan dan akan membantu mensejahterakan para penyandang disabilitas, mereka yang kekurangan dan cacat secara fisik. Karena kesejahteraan dan kemajuan Kota Manado adalah milik seluruh masyarakat Kota Manado termasuk kaum difabel,”tukas Sonya.(*)








