Morut – Dalam rangka mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), DPRD Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), melakukan Kajian Antar Daerah (KAD). Kabupaten yang di tujuh merupakan daerah di luar Provinsi Sultra, salah satunya adalah Kabupaten Morut, dengan maksud dan tujuan untuk menyamakan persepsi, tentang bagaimana caranya meningkatkan PAD di sektor pertambangan, melalui penarikan iuran Tenaga Kerja Asing (IMTA).
Kunjungan Wakil ketua DPRD Konawe, Rusdianto SE MM, didampingi oleh Kabag Persidangan DPRD Konawe, dan diterima oleh Sekwan DPRD Morut, Heltan Ransa.
Wakil Ketua DPRD Konawe tiga periode, Rusdianto, menjelaskan, target PAD Konawe melaui IMTA ditahun 2023 ini, adalah Rp 28 Milyar, dimana pada tahun sebelumnya hanya berkisar Rp 8 Milyar. Hal tersebut juga, tidak lepas dari hasil kunjungan mereka ke Kabupaten Morowali sebelumnya.
“ Jujur saja, awalnya kami masih kesulitan dalam meningkatkan PAD, padahal bicara soal Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM), Konawe merupakan salah satu daerah yang cukup mumpuni,” ujar Rusdianto, kepada sejumlah Media, di ruang Komisi II DPRD Morut, belum lama ini.
- Ketua Dewan Andi Silangen Menghadiri Undangan Rapat Kerja Daerah Gerindra Sulut 2026
- Sekwan Silangen Hadiri Peresmian Museum Negeri Provinsi Sulut : Menunjukan Komitmen Kuat Dalam Mendukung Pemeliharaan Cagar Budaya Dan Entitas Pariwisata Berbasis Edukasi
- Diresmikan Menteri Kebudayaan, Wajah Baru Museum Negeri Sulawesi Utara Jadi Ruang Edukasi Modern dan Ikon Wisata Budaya
Rusdianto, mengatakan, PAD Konawe sebelumnya tidak signifikan dengan potensi tersebut, sehingga pihaknya memilih Kabupaten Morowali sebagai daerah kunjungan, untuk kajian berkaitan dengan penerapan pajak retribusi dibidang Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA), dan retribusi lainnya yang bisa mendorong peningkatan PAD mereka.
“ Di Morowali, mereka membentuk Pansus yang bertugas melakukan penagihan terhadap pajak penghasilan TKA sampai sekarang. mereka juga fokus pada retribusi lainnya, ” kata Politisi asal PDI-P itu.
Rusdianto menambahkan, saat ini PAD Morowali secara keseluruhan disemua sektor mencapai Rp 400 Milyar per tahun. Sementara itu, PAD khusus IMTA dananya diperuntukan untuk membina warga Morowali non skil atau tidak memiliki usaha, menjadi punya usaha.
Rusdianto berharap, Morut sebagai Kabupaten yang masih baru dan memiliki potensi pertambangan yang cukup besar, bisa menerapkannya dalam upaya untuk meningkatkan sumber PAD nya. (*/NAL)








