Sulut- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah program pemerintah, yang menyediakan makanan bergizi kepada siswa sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita. Program ini bertujuan untuk meningkatkan asupan gizi dan mengatasi masalah stunting di Indonesia.
Distribusi makanan bergizi dilakukan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyediakan menu yang disesuaikan dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG) untuk setiap kelompok usia.
Makanan bergizi didistribusikan melalui SPPG yang memiliki menu pilihan berdasarkan daftar dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Distribusi program Makan Bergizi Gratis atau MBG kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita berpotensi tidak tepat sasaran. Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pun terus berupaya mengantisipasinya.
- Melangkah Sehat, Bergerak Hijau: PLN UP3 Luwuk Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dengan Aksi Bersih Lingkungan
- Gelorakan Semangat Pancasila, PLN dan Pemprov Sulteng Kejar Target 100% Desa Berlistrik di 2029
- Pansus RTRW Menggelar Rapat Penyempurnaan Hasil Evaluasi Kemendagri Terhadap Ranperda RTRW Tahun 2025-2044
Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sulawesi Utara dr. Jeanny Yola Winokan, MAP, Sekretaris Lady D Ante, Spd. MAP dan Tim memantau di Kec. Langowan Utara dan Kec Langowan Barat Kab Minahasa dengan menggunakan sepeda motor bersama Kadis PPKB Kab Minahasa Dra. Martha M Aguw, Babinsa, TPK dan PLKB untuk mengecek penyaluran MBG ke Kelompok bermain Kristovel Paslaten Kec. Langowan Barat, dan TK Dharma Wanita Walantakan kecamatan Langowan Utara, Kab. Minahasa.
Saat memantau langsung kedua titik penyaluran MBG, dr. Jeanny Yola Winokan . MAP memastikan penerimanya tepat sasaran.
Menu MBG itu antara lain berisi nasi, telur, sayur, tempe, dan jbuah. Setiap menu juga tertulis kandungan menu, seperti protein 12 gram, lemak (7,7 gr), dan karbohidrat (50,5 gr).
Kaperpun mengingatkan petugas untuk dapat mendistribusikan MBG tepat waktu saat sarapan atau makan siang dan kalau ada masalah, nanti berkoordinasi ke BGN (Badan Gizi Nasional), seraya mendorong pemerintah daerah untuk memastikan penyaluran MBG tepat sasaran. (*/J.Mo)






