Bitung- Beredar kabar yang menyatakan, Komandan Satuan Protoli (Satrol) Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) VIII, Kol. Marvil Marfell, menyinggung suku Jawa dalam statemennya di salah satu media, mendapat tanggapan dari ketua Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Kota Bitung, Fahry Lamato, SH.
Menurut Lamato, dirinya tidak percaya Kol. Marvil bicara itu, apalagi seorang perwira TNI. Dikatakan Lamato, isu itu sengaja dibuat untuk menjatuhkan Kol. Marvil. “Saya tidak percaya jika Dan Satrol Kodaeral VIII Kolonel Marvil Marfell telah mengeluarkan penyataan yang menyingging suku Jawa atau telah membuat pernyataan terkait SARA,” tegas Fahry Lamato SH, kepada sejumlah wartawan, Jumat (22/05).
Meski telah mendengar dan menyimpan bukti rekaman percakapan antara Dan Satrol Kodaeral VIII Kolonel Marvil Marfell dengan seseorang, tapi Fahry Lamato mengaku tidak percaya dengan rekaman tersebut. “Sebagai seorang putra terbaik Sulut khususnya Kota Bitung yang berhasil meraih pangkat Kolonel Laut di usia muda, serta sebagai seorang yang terpelajar, sangat tidak mungkin jika akan menyampaikan hal-hal yang bisa menyinggung suku tertentu dalam hal ini suku Jawa,” ujar Fahry.
Olehnya, Fahry menegaskan akan melaporkan hal ini ke pihak POM TNI AL, serta instansi teknis terkait agar masalah ini dapat diperiksa dan menjadi jelas. “Perlu dilakukan pemerikaan secara detail oleh pihak tim ahli terkait keaslihan suara dari rekaman tersebut. Sehingga masalah ini menjadi jelas dan terang benderang,” tegas Fahry.
Ia juga meminta tidak mudah percaya dan terprovokasi dengan isu-isu yang bisa menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat. “Sebelum ada kepastian hukum, mari kita tetap berpikir positif dan tidak mudah terpengaruh, serta jangan langsung menyalahkan orang terkait isu-isu tersebut,” tandas Fahry. (hzq)






