Bupati Delis Hadiri Perayaan HUT Ke-100 Jemaat Elim Uluanso

oleh -43 Dilihat

Uluanso – Suasana penuh syukur dan kekhidmatan mewarnai puncak perayaan HUT Ke-100 Jemaat GKST Elim Uluanso, Sabtu (23/05/2026).

Momentum satu abad pelayanan gereja itu dihadiri langsung oleh Bupati Morut, Dr dr Delis Julkarson Hehi MARS, bersama istri, Febriyanthi Hongkiriwang Ssi Apt.

Perayaan yang digelar di Gedung Serba guna Jemaat Elim Uluanso tersebut, menjadi momentum refleksi sejarah masuknya Injil di Tanah Mori sekaligus penguatan iman bagi generasi masa kini.

Kegiatan turut dihadiri unsur majelis jemaat, tokoh gereja, masyarakat, pemuda-pemudi jemaat, hingga sejumlah tamu undangan.

Rangkaian kegiatan perayaan dikemas secara khusus melalui ibadah Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR), pemasangan lilin HUT ke-100, peluncuran buku sejarah jemaat, penayangan video perjalanan pelayanan, hingga penyerahan hadiah lomba dan cenderamata.

Pada kesempatan itu, Bupati Delis, menyampaikan, apresiasi kepada panitia dan seluruh jemaat yang dinilainya berhasil merangkai perayaan satu abad gereja dengan penuh makna spiritual dan historis.

” Momentum 100 tahun ini bukan sekadar perayaan usia gereja, tetapi menjadi pengingat tentang bagaimana kasih Tuhan bekerja dalam sejarah kehidupan masyarakat Uluanso dan Tanah Mori,” ujar Bupati Delis.

Ia juga menilai, berbagai rangkaian kegiatan seperti napak tilas sejarah, pertandingan adat, hingga pembaptisan di lokasi awal pelayanan Injil di Uluanso Tua, menjadi sarana penting untuk mengingatkan generasi muda terhadap perjalanan iman para pendahulu.

Menurutnya, sejarah masuknya Injil di Uluanso lahir dari pergumulan hidup masyarakat pada masa lampau.

Dari kisah itulah, kata dia, generasi saat ini perlu belajar untuk tetap mendekat kepada Tuhan di tengah situasi dunia yang penuh tantangan.

” Kita sedang menghadapi keadaan yang tidak mudah. Ekonomi dunia, ekonomi nasional, bahkan kondisi daerah juga menghadapi tantangan. Tetapi kesulitan hidup jangan membuat kita menjauh dari Tuhan. Justru seperti teladan orang-orang tua kita dahulu, tantangan harus membawa kita datang kepada pribadi yang tepat, yaitu Tuhan Yesus Kristus,” katanya.

Bupati Delis, menyoroti pengorbanan para pendahulu jemaat yang rela meninggalkan harta benda dan berpindah tempat, demi mempertahankan iman mereka kepada Kristus.

Ia menyebut keteladanan tersebut menjadi pesan moral yang sangat relevan di tengah kehidupan modern saat ini, ketika banyak orang dinilai mudah menukar nilai-nilai iman demi kepentingan duniawi.

” Orang-orang tua kita rela mengorbankan segalanya demi mempertahankan iman mereka kepada Tuhan. Keteladanan itu, harus terus diwariskan. Apa pun tantangannya, iman kepada Kristus harus tetap dipertahankan,” tegasnya.

Dalam refleksi rohaninya, Bupati Delis juga mengajak jemaat menjadikan usia 100 tahun sebagai momentum pendewasaan iman, bukan hanya kebanggaan historis semata.

Ia menekankan bahwa kedewasaan rohani tidak diukur dari usia ataupun jabatan gerejawi, melainkan dari sejauh mana seseorang bertumbuh di dalam Tuhan dan menghasilkan buah-buah roh dalam kehidupan sehari-hari.

” Pohon yang bertumbuh pasti menghasilkan buah. Kedewasaan iman terlihat dari kasih, kesabaran, sukacita, kelemah-lembutan, kesetiaan, dan pengendalian diri yang terpancar dalam kehidupan orang percaya,” ungkapnya.

” Selamat ulang tahun ke-100 bagi Jemaat GKST Elim Uluanso. Kiranya momentum ini membuat kita semakin dekat kepada Tuhan, semakin dewasa dalam iman, dan terus menjadi berkat bagi banyak orang,” tukas orang nomor satu di bumi tepo asa aroa tercinta ini. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.