Manado – Walikota Manado Andrei Angouw prihatin dengan keberadaan Taman Kesatuan Bangsa (TKB) yang selama ini sering dijadikan lokasi Pekerja Seks Komersial (PSK) di malam hari.
Padahal, obyek wisata Kota Manado yang terletak di pusat kota itu, menjadi alternatif warga untuk bersantai.
Keprihatinan tersebut ditunjukan Walikota Andrei Ang, sapaan akrab orang nomor satu di Manado saat meninjau TKB, Selasa (15/06/2021).
Olehnya, dirinya meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Pariwisata agar segera melakukan penataan taman di kawasan Pasar 45 itu.
- Ketua Dewan Andi Silangen Menghadiri Undangan Rapat Kerja Daerah Gerindra Sulut 2026
- Sekwan Silangen Hadiri Peresmian Museum Negeri Provinsi Sulut : Menunjukan Komitmen Kuat Dalam Mendukung Pemeliharaan Cagar Budaya Dan Entitas Pariwisata Berbasis Edukasi
- Diresmikan Menteri Kebudayaan, Wajah Baru Museum Negeri Sulawesi Utara Jadi Ruang Edukasi Modern dan Ikon Wisata Budaya
“Kadis DLH dan Pariwisata tolong TKB ini ditata kembali sehingga terlihat lebih rapi dan indah, termasuk memotong pepohonan yang ada di dalam dan menggantinya dengan tanaman rendah seperti bunga,”tukas Walikota Andrei, diiyakan Kepala DLH Manado Franky Porawouw.
Menurutnya, jika lokasi TKB ditata dengan rapi dan indah, para PSK tidak akan mangkal untuk berburu pria hidung belang.
Didalam TKB sebaiknya jangan ada pohon tinggi, biar saja yang lingkaran bagian luar ada pohon-pohon tinggi tapi di dalam sebaiknya tanaman rendah atau bunga,”tandas Walikota pilihan rakyat Manado itu.
Selain keberadaan taman, Walikota Andrei juga memberi perhatian terhadap toilet dan air mancur di TKB.
“Tolong ini jadi perhatian Pak Kadis,”tukasnya, didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Manado Micler CS Lakat SH MH. (JM)






