Limbah PT Tri Mustika Cocominaesa TMC
Amurang – Kenyamanan warga Minahasa Selatan (Minsel) terusik. Menyeruaknya kabar dugaan perusakan lingkungan akibat aktifitas PT Tri Mustika Cocominaesa (TMC) jadi pemicu. Diduga limbah perusahaan yang bergerak di bagian industri tepung kelapa itu telah merusak aliran sungai yang berada di Desa Teep, Kecamatan Amurang Barat. Ancaman gangguan kesehatan pun menghantui warga sekitar.
Diduga Limbah ini juga mengakibatkan rusaknya ekosistem air payaw karena pembuangan limbah TMC langsung ke sungai yang kurang lebih 100 meter langsung di laut, sehingga ekosistem laut yang di tumbuhi pohon mangrove terancam mati atau tidak lagi menjadi tempat perkembangbiakan ikan.
Beberapa warga yang beraktivitas di belakang perusahaan sangat merasa tidak nyaman di karenakan bau yang sangat menyengat, juga mereka menyesalkan pihak pemerintah yang kurang tanggap terkait hal ini.
- Perkuat Sinergi dan Kolaborasi, GM PLN UID Suluttenggo Audiensi Dengan Kajati Gorontalo Bahas Program Strategis Kelistrikan
- PLN Dukung Bappenas Perkuat Perencanaan Infrastruktur Ketenagalistrikan di Sulawesi Utara
- Prestasi Membanggakan! Sulawesi Utara Masuk 10 Besar IPM Nasional, Tertinggi di Pulau Sulawesi
Koordinator Walhi Sulut Theo Runtuwene saat di konfirmasi mengenai hal itu, mengatakan pihaknya sangat menyesalkan sikap dari pemerintah yang lamban dalam menangani limbah perusahaan tersebut.
“Kami selaku Walhi Sulut akan turun lapangan jika proses limbah perusahaan TMCÂ tidak di tangani secara serius oleh pihak Dinas terkait,” ujar Runtuwene.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Minsel Roi Sumangkut mengatakan pihaknya sementara melakukan pemeriksaan, yang jelas kami akan hentikan produksi jika benar terbukti ada limbah perusahan yang mencemari sungai. Selain itu akan kami beri peringatan dan menyarankan dilakukan pembenahan instalasi pengolah air limbah (Ipal).
“Jika hal itu terbukti sudah melakukan pencemaran lingkungan, maka akan di tindak lanjuti sesuai aturan yang ada,” ujar Sumangkut, beberapa waktu lalu.
Sementara itu pihak perusahaan saat di konfirmasi oleh awak media,belum memberikan tanggapan dengan berbagai alasan mengenai hal itu. (Kiki Liando)






