Sitaro-Pengelolaan anggaran dana hibah tahun 2024 oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Sitaro menuai sorotan tajam dari masyarakat.
Dana hibah sebesar Rp500 juta dianggap tidak dikelola secara transparan, terutama terkait pengeluaran Rp187 juta untuk pengadaan atribut keanggotaan seperti kemeja, kaos, dan topi.
Masyarakat menilai penggunaan anggaran tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan mendesak yang semestinya menjadi fokus PMI.
Keresahan warga semakin memuncak setelah dokumen administrasi terkait penggunaan dana hibah tersebut viral di media sosial.
Dokumen itu, yang diunggah oleh akun bernama Sony Maringka, menunjukkan bahwa persetujuan administrasi hanya ditandatangani oleh Wakil Ketua PMI Sitaro berinisial JM, bukan oleh Ketua PMI yang seharusnya memegang wewenang utama.
Ketua PMI Sitaro, Evangelian Sasingen, yang merupakan mantan Bupati Sitaro periode 2018–2023, hingga kini belum memberikan tanggapan resmi.
Kondisi ini memicu ketidakpuasan masyarakat yang merasa PMI Sitaro minim kontribusi nyata bagi kesejahteraan mereka.
Beberapa warga mengungkapkan bahwa mereka baru mengetahui keberadaan PMI di Sitaro.
Selama ini, untuk kebutuhan donor darah atau transfusi, warga lebih sering mengandalkan komunitas di media sosial seperti grup Facebook. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai peran PMI di tengah masyarakat.
“Kami baru tahu kalau di Sitaro ada PMI. Kalau ada keluarga yang membutuhkan donor darah, kami biasanya memposting di Facebook. PMI Sitaro ke mana selama ini?” ungkap seorang warga yang meminta namanya tidak dipublikasikan.
Tidak hanya itu, warga juga mempertanyakan distribusi bantuan yang dinilai tidak merata. Salah satu contoh adalah mobil tangki air berlogo PMI yang hanya terlihat melayani kalangan tertentu.
“Kalau tidak ada kontribusi nyata, lebih baik PMI Sitaro dibubarkan saja. Kami tidak merasakan manfaat keberadaannya,” lanjut warga tersebut.
Tak cukup sampai disitu, masyarakat juga mendesak agar pengelolaan dana hibah PMI Sitaro diaudit secara menyeluruh.
Selain itu, warga meminta agar PMI lebih berfokus pada tugas utamanya, yaitu membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama dalam bidang kesehatan seperti donor darah.
“Sorotan ini menjadi peringatan bagi PMI Sitaro untuk segera berbenah diri. Tanpa transparansi dan kontribusi nyata, kepercayaan masyarakat terhadap organisasi ini akan semakin terkikis,” tutup warga.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PMI Sitaro belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan penyalahgunaan dana dan kritik masyarakat. (Ighel)














