Bitung, Redaksisulut – Anggota DPRD Kota Bitung, Geraldi Mantiri kembali mengelar reses, guna menampung aspirasi dari masyarakat di Kelurahan Manembo-nembo, Riverside Resto N Cafe, Kota Bitung. Jumat, (29/7/2022).
Pada reses itu, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bitung ini, langsung ditanyakan soal dana duka oleh masyarakat. “Tadi kita sudah berbicara mengenai lampu dan jalan. Sekarang, saya akan menyentil sedikit mengenai dana duka. Dana duka kemarin-kemarin pencairannya sangat cepat sekali. Biasanya orang meninggal besok lusa sudah ada, kenapa sekarang bisa terlambat”. Tanya Marsil Wakil Ketua Ranting PDI Perjuangan Sagerat Weru Dua.
“Saat di lapangan saya bertemu langsung dengan salah satu ibu dari Dinas Sosial. Namanya, ibu Diana. Beliau mengatakan, tinggal tergantung dari Kabid. Tunggu orang banyak mati dulu baru masuk”. Ungkapnya.
“Kehidupan kami disni tidak sama, kirannya kelancaran dana duka dikembalikan seperti kemarin”. Pintanya.
- Perkuat Kebersamaan Dimomen HUT RI Ke 81, Polres Bitung Gelar Olahraga Bersama Bhayangkari
- Mendengarkan Pidato Presiden Dalam Rangka HUT RI Ke 71, DPRD Bitung 2 Kali Gelar Paripurna Dalam Sehari
- Jalin Kerja Sama Dengan RSUD Bitung, Yayasan Rumah Lukaku Indonesia Lakukan Pemeriksaan Mata Dan Kitanan Gratis
Setelah mendengarkan aspirasi masyarakat, langsung ditanggapi oleh anggota legislatif dari Dapil Matuari-Ranowulu ini.
“Mengenai dana duka. Saya tau sekali, karena ini salah satu temuan dari badan pemeriksa keuangan (BPK). Kenapa, saya bilang temuan BPK, yang namanya orang meninggal di APBD itu harus direncanakan. Namanya kegiatan tahun depan, harus direncanakan tahun ini”. Terangnya kepada masyarakat.
“Dana duka ini sangat membantu dan menyentuh masyarakat. Saat pembahasan APBD antara TAPD dengan Banggar, saya bertanya kenapa dana duka ini lama. Ternyata, anggaran banyak terserap di Covid-19 di antara bulan Januari dan Maret. Sampai-sampai 4 miliar sekian habis dalam waktu 3 bulan”. Jawabnya.
Ia menambahkan ada keterlambatan dari segi administrasi. Untuk itu, nanti kami jelaskan, karena program pemerintah sudah menggunakan sistem digitalisasi. (Wesly)








