Bitung- Kepedulian Yayasan Rumah Lukaku Indonesia (RLI), terhadap masyarakat kurang mampu, khususnya yang ada di kota Bitung, terus ditunjukan, dengan melakukan pemeriksaan kesehatan gratis berupa, cek gula darah, pemeriksaan mata dan pemberian kaca mata gratis, serta kitanan untuk puluhan anak secara gratis pada Jumat, (14/8/2026) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bitung.
Ketua panitia pelaksana, Rukman Rasyid, S. Sos mengatakan, kegiatan ini sudah yang ke 17 kali dilaksanakan di seluruh Sulawesi Utara, dan yang ke lima di kota Bitung. Hal ini menurut Rasyid, dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu, namun butuh pelayanan kesehatan.
“Hari ini ada 95 anak yang dilakukan kitanan, dan dikerjakan oleh tenaga-tenaga medis yang profesional dan peralatan canggih. Selain itu ada juga pemeriksaan gula darah, pemeriksaan mata serta pemberian kaca mata gratis khusus kepada lansia yang berumur diatas 50 tahun. Kacama yang kami berikan ini bukan sekedar kaca mata baca, tapi disesuaikan dengan kebtuuhan dari pasien. Apakah minus, plus atau silinder atau progresif. Kalau yang dibawa 60 tahun, kami subsidi kacamata 50 persen,” jelas Rasyid yang juga Camat Girian.
Lanjut dikatakannya, deri puluhan yang ikut kitanan masal tersebut, ada yang bukan beragama Muslim. “Dari beberapa kelurahan di Girian ada yang beragama Kristen yang mau ikut kitanan. Karena bagi kami ini bukan untuk 1 golongan agama. Orang yang tidak beragama pun jika mau ikut pemeriksaan dan pengobatan gratis, termasuk kitanan, kami akan terima, karena sasaran kami adalah warga yang kurang mampu,” ujarnya didampingi pengurus yayasan RLI, Sutoyo Usman, S. Sos yang juga Lurah Girian Indah.
Sementara itu, ketua umum Yayasan RLI, Ns.Faris Sindring,S.Kep, M.Kep mengatakan, apa yang dilakukan oleh Yayasan RLI ini sudah dimulai sejak tahun 2012 yang lalu. Untuk saat ini menurut Sindring, pihaknya memiliki 34 perwakilan baik di Sulut maupun di luar Sulut. “Yang kami lakukan hari ini adalah yang ke 17 dari target kami 100 titik. Kami berharap ini bermanfaat bagi masyarakat, khususnya yang ekonomi kurang mampu, agar bisa terlayani dengan baik,” tandas Sindring.
Lanjut dikatakannya, dalam setiap kegaiatan bhakti sosial seperti ini, pihaknya melibatkan beberapa tenaga medis, dari berbagai rumah sakit yang ada di Sulut. Mengenai sumber pembiayaan, menurutnya, itu dari dana pengurus yayasan dan tidak ada bantuan pemerintah. “Memang kalau dihitung dengan rupiah, banyak dana yang kami perlukan. Akan tetapi ini bukan menjadi masalah, karena memang tujuan kami membantu masyarakat kurang mampu. Dananya bersumber dari yayasan,” tegasnya. (hzq)






