SITARO-Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Chyntia Ingrid Kalangit, S.K.M, menyampaikan sikap resmi pemerintah daerah terkait proses penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi dalam penyaluran dana bantuan stimulan bencana erupsi Gunung Ruang.
Pernyataan tersebut disampaikan pada Jumat (05/12) sebagai respons atas langkah penyidikan yang kini tengah dilakukan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut).
Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah menghormati sepenuhnya proses hukum yang sedang berjalan.
Ia menyebut, setiap langkah yang dilakukan aparat penegak hukum, termasuk pemeriksaan hingga penggeledahan di berbagai titik di Pulau Siau dan Tagulandang, merupakan bagian dari upaya mencari kebenaran dan memastikan penggunaan anggaran bantuan benar-benar sesuai aturan.
Penggeledahan diketahui difokuskan pada ruang Fraksi NasDem di Kantor DPRD Kelurahan Bebali, kantor BPBD Sitaro, serta sejumlah toko penyedia material bangunan di Tagulandang yang diduga turut berkaitan dengan alur bantuan stimulan.
Dalam pernyataannya, Bupati Chyntia kembali mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah, sambil memastikan ruang seluas-luasnya bagi Kejati Sulut untuk bekerja secara profesional.
“Pemerintah daerah menghormati setiap langkah hukum yang diambil Kejati Sulut. Kami percaya proses ini berjalan demi terciptanya keadilan dan kepastian hukum. Semua pihak berhak mendapatkan perlakuan adil sesuai prinsip praduga tak bersalah,” tegas Bupati.
Ia memastikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sitaro siap memberikan dukungan penuh, termasuk menyediakan data dan dokumen yang diperlukan. Transparansi, kata Bupati, merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.
“Pemkab Sitaro siap bekerja sama dalam proses ini. Transparansi dan akuntabilitas adalah komitmen kami dalam melayani masyarakat,” tambahnya.
Selain itu, Bupati Chyntia menyampaikan pesan khusus kepada masyarakat agar tidak terprovokasi oleh berbagai isu liar yang beredar. Ia meminta warga tetap tenang, tetap beraktivitas seperti biasa, dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat Sitaro untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum jelas. Mari kita jaga suasana damai dan saling menguatkan,” ujar Bupati.
Ia juga mengingatkan bahwa daerah sedang memasuki masa perayaan Natal dan Tahun Baru, sehingga stabilitas, ketenangan, dan kebersamaan masyarakat sangat dibutuhkan.
“Mari kita songsong Natal dan Tahun Baru dengan hati yang damai. Kita ciptakan lingkungan yang kondusif, aman, dan penuh sukacita,” tutupnya.
Pemerintah Kabupaten Sitaro kembali menegaskan komitmennya untuk tetap fokus pada pemulihan pascabencana, memastikan pelayanan publik tetap optimal, serta memberikan ruang penuh kepada aparat penegak hukum untuk menyelesaikan proses penyelidikan maupun penyidikan apabila ditemukan unsur tindak pidana korupsi (Tipikor). (Ighel)













