Bolmong – Penjabat Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong) Ir Limi Mokodompit,MM, menghadiri kegiatan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan Tahun 2023. bertempat di Ballroom Hotel Sutanraja Kotamobagu. Selasa,(28/2/2023).
Kegiatan yang dilaksanakan Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Utara itu juga turut dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara Andry Prasmuko, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Praseno Hadi, Wakil Wali Kota Kotamobagu Nayodo Koerniawan, perwakilan kepala daerah Bolmut, Bolsel dan Boltim.
Pada kesempatan ini, Asisten II Pemprov Sulut Praseno Hadi mengajak agar masyarakat di Bolaang Mongondow Raya (BMR) agar bersama-sama menjalankan program Gubernur Sulut Olly Dondokambey, “Mari Jo Ba Kobong”.
“Bahkan Bapak Presiden juga mengajak para menterinya agar mau bertani. Karena dengan bertani maka kita akan dapat mencukupi kebutuhan pangan kita,” kata Praseno
- Melangkah Sehat, Bergerak Hijau: PLN UP3 Luwuk Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dengan Aksi Bersih Lingkungan
- Gelorakan Semangat Pancasila, PLN dan Pemprov Sulteng Kejar Target 100% Desa Berlistrik di 2029
- Pansus RTRW Menggelar Rapat Penyempurnaan Hasil Evaluasi Kemendagri Terhadap Ranperda RTRW Tahun 2025-2044
“Dengan demikian maka kita dapat mengendalikan inflasi pangan yang saat ini melanda dunia,” lanjutnya
Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Sulut Andry Prasmuko berharap inflasi dapat dikendalikan. Apalagi saat ini menjelang perayaan hari besar keagamaan yaitu menghadapi bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idhul Fitri.
Program “Mari Jo Ba Kobong” telah berulang kali disampaikan Pj Bupati pada setiap kesempatan. Bahkan, menurut Limi, Bolaang Mongondow harus berdaulat pangan. Dirinya mengajak masyarakat untuk terus bertani dan memanfaatkan setiap lahan yang ada dengan berbagai komoditi pertanian.
Usai kegiatan tersebut, Limi Mokodompit menyampaikan bahwa di situasi pengendalian Inflasi ini, Pihaknya mengupayakan agar beras di Bolmong tidak banyak terjual keluar daerah.
“Bolaang Mongondow memiliki lahan persawahan yang cukup luas, sehingga dipastikan tidak akan mengalami kekurangan beras. Jujur saya katakan beras Bolmong banyak dilirik daerah luar seperti Maluku dan Papua. Meski begitu permintaan kedua daerah itu belum saya iyakan, mengingat saat ini dalam kondisi mencegah inflasi, “kata Limi Mokodompit. (***)








