Sitaro-Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Chyntia Ingrid Kalangit, SKM, menghadiri sekaligus memberikan sambutan dalam Ibadah Syukur Hari Ulang Tahun ke-47 GMIST Resort Siau Barat, yang dilaksanakan di halaman Kantor GMIST Resort Siau Barat, di Kampung Paseng,pada Sabtu (21/3/2026).
Kehadiran Bupati didampingi oleh Bapak Reinol Tumbio, S.E., bersama jajaran pemerintah daerah serta tokoh-tokoh gereja dan masyarakat. Ibadah berlangsung penuh khidmat dan sukacita, sebagai ungkapan syukur atas perjalanan pelayanan GMIST Resort Siau Barat selama 47 tahun.
Dalam sambutannya, Bupati Chyntia Kalangit menyampaikan apresiasi atas dedikasi GMIST Resort Siau Barat dalam membangun kehidupan rohani sekaligus memperkuat nilai-nilai sosial di tengah masyarakat. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan gereja dalam menjaga kerukunan serta mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan.
“47 tahun adalah perjalanan iman yang luar biasa. Kiranya GMIST Resort Siau Barat terus menjadi terang dan membawa damai bagi masyarakat,” ungkapnya.
Ibadah syukur ini dipimpin oleh Khadim Pdt. Emeritus W. B. Salindeho, S.Th,yang juga menjabat sebagai Penasehat Sinode GMIST. Dalam khotbahnya, ia mengajak jemaat untuk tetap setia dalam pelayanan, menjaga persatuan, serta terus bertumbuh dalam iman di tengah tantangan zaman.
Momentum perayaan ini menjadi refleksi bersama atas penyertaan Tuhan sekaligus memperkuat komitmen pelayanan ke depan, agar GMIST Resort Siau Barat semakin menjadi berkat bagi banyak orang.
Sementara itu, Majelis Pekerja Resort GMIST Siau Barat melalui Ketua, Pdt. O.L.J. Katiandgho, S.Th,M.Ag. menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Kepulauan Sitaro bersama Bapak Reinol Tumbio Keluarga Tumbio-Kalangit, beserta jajaran pemerintah daerah atas kehadiran, perhatian, dan dukungan yang terus diberikan bagi pelayanan GMIST, khususnya dalam pelayanan Resort GMIST Siau Barat.
“Kami menyampaikan terima kasih atas kehadiran Ibu Bupati dan Bapak Reinol Tumbio Keluarga Tumbio – Kalangit, bersama jajaran. Ini menjadi bentuk nyata kebersamaan antara pemerintah dan gereja dalam membangun masyarakat yang beriman, rukun, dan sejahtera,” ujar Katiandgho. (**Ighel)















