Manado -Wakil Gubernur (Wagub) Sulut Steven Kandouw menerima kunjungan Ketua Umum (Ketum) Asosiasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Indonesia, Ratu Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet, di rumah Dinas Wagub Sulut, Kamis (16/03/2023).
Pertemuan Wagub Kandouw bersama Agung Putra Sukahet berlangsung hangat dan penuh keakraban. Membicarakan bagaimana merawat kerukunan dan keharmonisan di Indonesia dan Sulut khususnya.
Agung Putra Sukahet mengatakan, sebagai Ketua Umum Asosiasi Forum Kerukunan Umat Beragama Indonesia bersama Wasekjen Presiden Asosiasi Klub Indonesia membicarakan mengenai bagaimana kita menjaga kerukunan bangsa dan negara ini.
“Dan untuk Sulawesi Utara tetap menjaga merawat kerukunan Sulawesi Utara ini agar tetap rukun,” ujarnya, ketika diwawancarai.
- Melangkah Sehat, Bergerak Hijau: PLN UP3 Luwuk Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dengan Aksi Bersih Lingkungan
- Gelorakan Semangat Pancasila, PLN dan Pemprov Sulteng Kejar Target 100% Desa Berlistrik di 2029
- Pansus RTRW Menggelar Rapat Penyempurnaan Hasil Evaluasi Kemendagri Terhadap Ranperda RTRW Tahun 2025-2044
Lanjutnya, sesuai dengan amanat perjanjian bangsa kita, Indonesia ini harus dipelihara di dalam moderasi beragama. “Itu adalah penghormatan kepada kearifan-kearifan lokal, tradisi,” ungkapnya.
Oleh karena itu supaya tetap aman kata Agung Putra Sukahet, Papua kita pelihara sebagai Papua, Ambon sebagai Ambon, Sulawesi Utara, sebagai Sulawesi Utara, Minahasa sebagai Minahasa, Bali sebagai Bali, Jawa sebagai Jawa, Aceh sebagai Aceh, Padang sebagai Padang, itu intinya. “Jadi supaya dijaga dipelihara satu kerukunan,” ujarnya.
Selain itu katanya, Karakter ciri Sulawesi Utara itu tetap menjadi Sulawesi Utara. Ciri Minahasa harus tetap ciri karakter Minahasa di Sulawesi Utara. “Di situlah sebenarnya menjaga NKRI dan Pancasila itu,” pungkasnya, seraya menambahkan, Indonesia dan Sulawesi Utara sangat bergantung kepada kerukunan dan keharmonisan. (J.Mo/*)






