Manado – Banjir bandang yang menghancurkan rumah warga di Desa Lebo Kecamatan Manganitu kabupaten Sangihe sampai saat ini belum mendapatkan bantuan bahan material dari Pemerintah.
Hal ini didapat ketika salah satu pegiat sosial Sulawesi Utara Christian Yokung bersama dengan Wadah Asosiasi Online (WAO) Sulut datang kembali di Desa Lebo Kamis (27/2) kemarin.
Melihat kondisi tersebut, Christian Yokung bersama dengan Wadah Asosiasi Online (WAO) Sulut Pembina Melki Rantung dan pengurus Imanuel Mahaganti langsung berinisiatif membeli 1 truk bahan bangunan.
“Yang dibutuhkan korban saat ini adalah bahan untuk papan atau rumah. Banyak rumah rusak parah dan ringan dan butuh bantuan untuk segera dibangun,” ujar Christian Yokung.
- 1 Tidak Lolos Bekas, 10 Calon Direksi Perumda di Bitung Akan Lanjut Tes Psikologi, Tertulis Dan Wawancara
- Dihadiri Honandar, Kodam XIII Merdeka Gelar Upacara Penyambutan Satgas Yonif 712/Wiratama, Purna Tugas Operasi Pamtas RI-PNG 2026
- Evaluasi Penggunaan APBD 2025, Banggar DPRD Bitung Dan TAPD Sepakat Prioritas Tingkatkan Pendapatan
Ditambahkan Yokung, saat ini, yang dibutuhkan oleh korban banjir bandang adalah bantuan berupa bahan bangunan atau papan, karena masih ada warga yang rumahnya rusak parah masih menumpang tinggal dirumah warga sekitar.
“Bantuan langsung kami serahkan di kantor Desa Lebo kepada, yang menerima Sekretaris Desa, disaksikan Pimpinan DPRD Sangihe Michael Tungari dan Istri Kades serta warga Desa Lebo,” ungkapnya.
Warga korban banjir bandang Desa Lebo mengatakan, mereka belum bisa melakukan perbaikan terhadap rumah miliknya yang rusak, karena belum ada bantuan dari pemerintah.
“Sulawesi Utara terkenal dengan daerah toleransi. Mereka warga Desa Lebo juga adalah saudara kita, duka Lebo adalah duka Sulawesi Utara. Mari kita sama-sama bantu meringankan beban mereka,” pungkasnya. (ivan)






