Manado – Banjir bandang yang menghancurkan rumah warga di Desa Lebo Kecamatan Manganitu kabupaten Sangihe sampai saat ini belum mendapatkan bantuan bahan material dari Pemerintah.
Hal ini didapat ketika salah satu pegiat sosial Sulawesi Utara Christian Yokung bersama dengan Wadah Asosiasi Online (WAO) Sulut datang kembali di Desa Lebo Kamis (27/2) kemarin.
Melihat kondisi tersebut, Christian Yokung bersama dengan Wadah Asosiasi Online (WAO) Sulut Pembina Melki Rantung dan pengurus Imanuel Mahaganti langsung berinisiatif membeli 1 truk bahan bangunan.
“Yang dibutuhkan korban saat ini adalah bahan untuk papan atau rumah. Banyak rumah rusak parah dan ringan dan butuh bantuan untuk segera dibangun,” ujar Christian Yokung.
- PWI dan Mitra Gelar Gerakan Literasi Pelajar Manado, Sejuta Asa untuk Kota Tercinta, Jadi Kado Istimewa HUT Ke-403 Manado
- Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, PLN UP3 Palu Hijaukan Pesisir Teluk Palu Melalui Penanaman 1.000 Bibit Mangrove
- Dari Gerobak Harapan ke Usaha yang Lebih Mapan : Kisah Muhammad Syarifuddin Menyalakan Asa Bersama TJSL PLN
Ditambahkan Yokung, saat ini, yang dibutuhkan oleh korban banjir bandang adalah bantuan berupa bahan bangunan atau papan, karena masih ada warga yang rumahnya rusak parah masih menumpang tinggal dirumah warga sekitar.
“Bantuan langsung kami serahkan di kantor Desa Lebo kepada, yang menerima Sekretaris Desa, disaksikan Pimpinan DPRD Sangihe Michael Tungari dan Istri Kades serta warga Desa Lebo,” ungkapnya.
Warga korban banjir bandang Desa Lebo mengatakan, mereka belum bisa melakukan perbaikan terhadap rumah miliknya yang rusak, karena belum ada bantuan dari pemerintah.
“Sulawesi Utara terkenal dengan daerah toleransi. Mereka warga Desa Lebo juga adalah saudara kita, duka Lebo adalah duka Sulawesi Utara. Mari kita sama-sama bantu meringankan beban mereka,” pungkasnya. (ivan)






