Manado-Kepala Sekretariat Bawaslu Sulut, Aldrin Christian berkesempatan memberikan materi terkait bahaya Politik Identitas pada pelaksanaan pemilihan umum serentak tahun 2024 di hadapan jaringan intelijen Polda Sulut,Bertempat di Hotel Whiz Prime Manado, Kamis (13/04/2023).
Kegiatan Pelatihan Peningkatan Kemampuan Jaringan Intelijen T.A 2023 ini di inisiasi oleh Direktorat Intelijen Keamanan Polda Sulut. Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Dirintelkam Polda Sulut, Kombes Pol. Albert Sihombing serta dihadiri oleh jajaran dari Ditintelkam Polda Sulut serta peserta kegiatan dari kalangan insan pers, mahasiswa dan organisasi masyarakat dan kepemudaan di wilayah Sulut.
“Politik identitas dapat dimaknai sebagai strategi politik yang memfokuskan pada pembedaan dan pemanfaatan ikatan primordial sebagai kategori utamanya, hal ini yang umum dikenal di masyarakat sebagai perbedaan SukuĀ Agama, Ras dan Antar Golongan (SARA)” terang Aldrin.
Selanjutnya Aldrin menambahkan “politik identitas yang dilakukan dapat menimbulkan kerawanan di masyarakat, terutama apabila dilakukan pada saat kampanye dan dilakukan di tempat ibadah, maupun dilakukan melalui media sosial dan media komunikasi lainnya”.
- Melangkah Sehat, Bergerak Hijau: PLN UP3 Luwuk Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dengan Aksi Bersih Lingkungan
- Gelorakan Semangat Pancasila, PLN dan Pemprov Sulteng Kejar Target 100% Desa Berlistrik di 2029
- Pansus RTRW Menggelar Rapat Penyempurnaan Hasil Evaluasi Kemendagri Terhadap Ranperda RTRW Tahun 2025-2044
Terkait hal tersebut, Aldrin mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk peserta pelatihan peningkatan kemampuan jaringan intelijen Polda Sulut untuk terlibat dalam membangun nilai-nilai toleransi di tengah masyarakat serta bersama stakeholder pro aktif melakukan sosialisasi dan bentuk-bentuk pengawasan partisipatif lainnya.
Hal ini disambut positif oleh Dirintelkam Polda Sulut serta seluruh peserta kegiatan yang hadir. Dijadwalkan kegiatan pelatihan ini akan dilaksanakan selama dua hari dengan pemaparan beberapa materi dari narasumber yang berbeda. (J.Mo/*)






