Amurang,-Bawaslu Kabupaten Minahasa Selatan berhasil mengungkap sekitar 205 temuan dalam tahapan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih. Temuan ini menunjukkan adanya berbagai permasalahan dalam proses verifikasi data pemilih yang dilakukan oleh Pantarlih.
Franny Sengkey SE SH, anggota Bawaslu Minsel, mengungkapkan bahwa temuan-temuan ini didapatkan oleh Pengawas Kelurahan/Desa (PKD) yang tersebar di 17 kecamatan.
Menyikapi temuan tersebut, panitia pengawas kecamatan (panwascam) telah mengirimkan rekomendasi perbaikan kepada Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).
“Permasalahan yang kami temukan sangat bervariasi, mulai dari pelanggaran prosedur oleh Pantarlih dalam menjalankan tugas coklit hingga masalah teknis dalam pendataan”, jelas Sengkey. Kamis, (18/7/2024).
- Resmikan Kampung RA Dan Pemberdayaan Wakaf Produktif di Pekalongan, Sahli ATR/BPN Harapkan Kesejahteraan Masyarakat Terwujud
- Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kolaborasi PLN UID Suluttenggo dan Pemprov Sulut Bersihkan Kawasan Malalayang Beach Walk
- Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026: PLN UP3 Kotamobagu Perkuat Budaya Clean Energy Day Lewat Gerakan 1 Hari Tanpa BBM
Lebih lanjut,Sengkey menekankan bahwa pengawasan yang dilakukan Bawaslu bukanlah untuk mencari kesalahan, melainkan untuk mendukung kinerja Pantarlih dalam menjalankan tugas pendataan.
“Kami dan jajaran KPU memiliki visi yang sama, yaitu memastikan bahwa hanya mereka yang memenuhi syarat yang tercantum dalam daftar pemilih, dan mengeluarkan mereka yang tidak memenuhi syarat,” tambahnya.
Temuan ini menunjukkan betapa pentingnya pengawasan yang ketat dalam proses pemilu demi menjamin akurasi data pemilih dan kelancaran pelaksanaan demokrasi di Minahasa Selatan. (*/T3)








