Inzert : Wabup Morut H. Djira
Kolonodale – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Morowali Utara telah menurunkan tim untuk melakukan pertolongan dan memberikan bantuan kepada warga yang menjadi korban banji di Bungku Utara.
“Tadi sore tim BPBD yang beranggotakan delapan orang sudah menuju Bungku Utara,” kata Muhlis Sakaria, Kepala Bidang Rehabilitasi dan Konstruksi BPBD Morut yang dihubungi di Kolonodale, Kamis (28/7) malam.
Menurut Muhlis, tim ini membawa logistik serta peralatan-peralatan penyelamatan untuk menolong para korban.
Muhlis mengaku belum memiliki data mengenai jumlah korban banjir di Kecamatan Bungku Utara tersebut.
- Ketua Dewan Andi Silangen Menghadiri Undangan Rapat Kerja Daerah Gerindra Sulut 2026
- Sekwan Silangen Hadiri Peresmian Museum Negeri Provinsi Sulut : Menunjukan Komitmen Kuat Dalam Mendukung Pemeliharaan Cagar Budaya Dan Entitas Pariwisata Berbasis Edukasi
- Diresmikan Menteri Kebudayaan, Wajah Baru Museum Negeri Sulawesi Utara Jadi Ruang Edukasi Modern dan Ikon Wisata Budaya
Sumber lain menyebutkan bahwa banjir yang terjadi sejak Kamis pagi itu melanda tiga desa yakni Desa Kalombang, Uemasi dan Tambarobone.
Banjir menggenangi permukiman penduduk dan juga areal persawahan dan perkebunan warga. Sampai Kamis malam, tidak ada laporan soal korban jiwa.
Sementara itu Wakil Bupati Morut H. Djira telah menelepon Camat Bungku Utara untuk memantau dampak banjir dan memberikan petunjuk tentang upaya-upaya yang harus dilakukan jajaran pemerintah dalam membantu para korban.
“Saya minta camat dan aparat di Bungku Utara terus memantau kondisi penduduk yang terdampak banjir,” ujar Djira saat menelepon Camat Bungku Utara.
Wabup juga menelepon Camat Mamosalato agar bersiaga menghadapi kemungkinan terjadi banjir atau bencana alam lainnya terkait musim hujan yang sedang melanda Morowali Utara.
Banjir di Bungku Utara tersebut terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Rabu 27 Juli 2022. (*/John)






