Jakarta-Pengadilan Agama (PA) di minta bersiap-siap menghadapi fenomena banyaknya calon anggota legislatif (caleg) yang digugat cerai pasangannya pasca gagal menjadi legislatif tahun 2024.
Hal itu di katakan Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni, dalam menyikapi banyaknya Caleg yang ikut kontestan dalam ajang Pemilihan Legislatif tahun 2024 nanti.
Menurutnya, fenomena serupa juga pernah terjadi seusai pemilu 2019 lalu. Menurutnya, pengajuan cerai cenderung meningkat seusai pesta demokrasi jika dibandingkan dengan hari biasa.
“Daripada keteteran karena kaget terima banyak permohonan gugatan cerai, pengadilan agama mending bersiap-siap dari sekarang. Karena percaya enggak percaya, yang beginian banyak benarnya. Pasti (permohonan gugatan) melonjak, percaya deh,” kata Sahroni, di Jakarta, Kamis (28/12/2023),seperti di kutip Parlementaria.
- Jadi Pembicara di Akademi Politik UMJ, Wamen ATR/Waka BPN: Pertanahan Berperan Strategis Dukung Asta Cita Presiden Prabowo
- Berikan Pengarahan di Kantah Kota Samarinda, Wamen Ossy: ATR/BPN Harus Jadi Solusi Pembangunan di Kalimantan Timur
- Dampingi Jusuf Kalla Lantik Pengurus PMI Sulut Periode 2026-2031, Gubernur Yulius Selvanus Tekankan Gerak Cepat Kemanusiaan
Politisi Fraksi Partai NasDem ini juga mengingatkan agar masyarakat matang dari aspek finansial sebelum melakukan pencalegan. Sehingga, bisa fokus memperjuangkan visi dan misinya.
“Kalau sudah siap mengabdi boleh (caleg). Kalau belum siap, sebaiknya jangan. Nanti stres, karena sudah pasti nggak balik modal,” ujarnya.
“Makanya bapak/ ibu yang nyaleg, berkampanye lah sesuai kemampuan. Malah kalau bisa, sebelum jadi caleg, bapak/ibu telah matang secara finansial, tidak masih mikir ini itu,” sebut dia.
Legislator dari Dapil Jakarta III itu juga menegaskan menjadi anggota dewan adalah sebuah pengabdian. Bukan tempat memanfaatkan kekuasaan untuk mencari uang.
“Karena politik itu bukan tempat buat cari-cari duit, bisa repot nanti kalau masih begitu pola pikirnya. Kalau sudah siap mengabdi boleh (caleg). Kalau belum siap, sebaiknya jangan. Nanti stres, karena sudah pasti nggak balik modal,” pungkasnya. (*)








