Gorontalo-Anggota DPRD Provinsi Gorontalo dari daerah pemilihan Bone Bolango, Hamzah Idrus, mendorong pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Kemerdekaan Pinogu. Dorongan tersebut disampaikan dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Aliansi Pinogu Merdeka (APM) di Gedung DPRD Bone Bolango, Senin (6/10/2025).
Forum ini membahas berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat Kecamatan Pinogu, terutama terkait akses jalan, kesehatan, dan pendidikan.
Dalam penyampaiannya, politisi PKS itu menegaskan bahwa perjuangan untuk Pinogu tidak boleh berhenti pada diskusi dan pencatatan notulen. Ia meminta seluruh pemangku kepentingan, baik eksekutif maupun legislatif, menunjukkan komitmen melalui langkah-langkah konkret.
“Kalau hanya bicara di forum, semua bisa. Tapi setelah ini, apakah ada aksi nyata? Karena itu saya mendorong pembentukan tim atau bahkan Panitia Khusus (Pansus) untuk mengawal proses pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Pinogu,” ujar Hamzah.
- Pemkot-Dekot Sepakati KUA/PPAS Manado 2027, Walikota Andrei Angouw: Untuk Kemajuan Kota dan Kesejahteraan Masyarakat
- Menjalin Silaturahmi dan Tradisi, Warga Laksanakan Ziarah Religi ke Makam Leluhur di Desa Dayeuhluhur
- Pengarahan di Kanwil BPN Provinsi Sumatera Utara, Menteri Nusron Minta Jajaran Utamakan Kemudahan Layanan Bagi Masyarakat
Hamzah juga menyebut dirinya telah konsisten memperjuangkan anggaran bagi Pinogu selama menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Gorontalo. Ia mengklaim mengalokasikan Rp250 juta setiap tahun sebagai bentuk dukungan nyata terhadap aspirasi masyarakat di wilayah tersebut.
“Sejak awal menjabat, komitmen saya untuk Pinogu adalah Rp250 juta per tahun. Ini bukan hanya bicara, tetapi langkah nyata untuk kemerdekaan Pinogu,” katanya.
Dalam forum tersebut, Hamzah turut mendorong adanya kesepakatan bersama yang dapat menjadi simbol komitmen awal. Ia mengusulkan alokasi dana minimal Rp30 juta yang ditandatangani langsung oleh pihak-pihak terkait sebagai bentuk gerakan bersama.
Di akhir pernyataannya, Hamzah menekankan pentingnya komitmen jangka panjang dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat Pinogu. Ia mengingatkan agar semangat yang muncul dalam FGD tidak berhenti pada forum saja.
“Kita akan sangat berdosa jika semangat ini berhenti hanya sampai di forum. Kita membutuhkan komitmen nyata yang dapat dipertanggungjawabkan dalam lima tahun ke depan,” tegasnya.(**IR)






