Minut-Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) resmi memulai kalender kerja tahun 2026 dengan pesan tegas keterbatasan anggaran tidak boleh berdampak pada menurunnya kualitas pelayanan publik. Penegasan itu disampaikan langsung Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, saat memimpin Apel Perdana ASN di halaman Kantor Bupati, Senin (5/1/2026).
Di hadapan seluruh aparatur sipil negara dan pejabat struktural, Bupati Joune Ganda mengingatkan bahwa tahun 2026 akan menjadi periode penuh tantangan, seiring dengan kondisi global yang tidak stabil dan pengurangan signifikan dana transfer dari pemerintah pusat ke daerah.
Menurut Joune, situasi tersebut menuntut perubahan cara kerja birokrasi. Pola kerja lama yang tidak efisien harus ditinggalkan, digantikan dengan pendekatan yang adaptif dan berorientasi hasil.
“Pengurangan dana transfer pasti berdampak, namun itu tidak boleh menjadi alasan bagi ASN untuk menurunkan kualitas kinerja. Pelayanan publik harus tetap berjalan optimal,” tegas Joune Ganda.
Sebagai respons atas keterbatasan fiskal, Bupati Minut merumuskan empat prinsip utama yang wajib menjadi pedoman kerja seluruh perangkat daerah, yakni kerja keras, kecerdikan dalam melihat peluang, kecerdasan berbasis data, serta inovasi untuk menciptakan efisiensi dan efektivitas pelayanan.
Ia menekankan bahwa inovasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan bagi setiap organisasi perangkat daerah agar tetap mampu menjawab kebutuhan masyarakat di tengah keterbatasan anggaran.
Apel perdana tersebut turut dihadiri jajaran pejabat eselon dan dipimpin secara teknis oleh Asisten Umbase Mayuntu selaku komandan upacara. Pada kesempatan itu, Bupati Joune Ganda juga menyampaikan ucapan Selamat Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 kepada seluruh ASN Pemkab Minut.
Menutup kegiatan, Bupati Joune Ganda berjabat tangan dengan para pejabat dan ASN, sebagai simbol konsolidasi dan komitmen bersama untuk memperkuat soliditas pemerintahan dalam menghadapi tantangan pembangunan Minahasa Utara sepanjang tahun 2026. (T3)








