Aktivis BMR Sehan Ambaru Desak Penyidik Polres Kotamobagu Tindak Lanjuti Laporan Masyarakat Atas Dugaan Malpraktek RSIA Kasih Fatimah

Kotamobagu-Terjadinya dugaan malpraktek operasi Caesar di RSIA Kasih Fatimah Kotamobagu Keluarga Korban resmi melaporkan kasus ini ke Polres Kotamobagu.

Arga Moniung, Suami Prislia Putri Ibrahim yang meninggal dunia pasca menjalani operasi Caesar di RSIA Kasih Fatimah meminta kepada Aparat Penegak Hukum dalam hal ini ini penyidik Polres Kotamobagu untuk segera menindak lanjuti laporannya.

”Saya harap Polres Kotamobagu segera menindak lanjuti laporan saya agar semua terang benderang, saya ingin keadilan, Itu saja tidak lebih, Ujar Arga saat menghubungi awak media ini.

Senada yang disampaikan Muhammad Arifin, Suami dari pasien Najwah Visca Gombah seorang ibu Bhayangkari yang juga meninggal dunia pasca menjalalani operasi Caesar di RSIA Kasih Fatimah.

Saya percaya penyidik akan bekerja semaksimal mungkin untuk mengungkap dugaan kasus ini, Intinya sebagai seorang suami saya ingin kejelasan dan keadilan, ” Ucapnya.

Terpisah, Ketua yayasan RSIA Kasih Fatimah Sitty Masita Korompot kepada awak media ini mengatakan jika operasi Caesar yang dilakukan dokter kandungan di RSIA Kasih Fatimah sudah sesuai prosedur.

“Operasi sudah sesuai prosedur dan ada 7 tim di pimpin Dokter berpengalaman yang menangani Pasien atas nama Najwa dan Putri, Intinya pihak RSIA Kasih Fatimah berharap agar setelah pasien pulang kerumah dalam keadaan sehat walafiat seperti harapan kami terhadap pasien lain.

Selaku penanggung jawab yayasan, Saya sampaikan bahwa seluruh prosedur pengangkatan bayi semuanya sudah sesuai prosedur, Jika ada temuan lain seperti dugaan adanya plasenta yang terdeteksi diperut pasien silahkan konfirmasi ke dokter yang menangani setelah keluar dari sini (RSIA Kasih Fatimah), Karena semua pasien yang pulang ke rumah semuanya dalam keadaan sehat, ” Tandasnya.

Sementara itu, Aktivis senior BMR Sehan Ambaru SH,mendesak Penyidik Polres Kotamobagu untuk segera menindak lanjuti laporan keluarga pasien.

“Saat ini publik sedang menunggu dan mempercayakan langkah tegas Polres Kotamobagu dalam hal penanganan dugaan kasus RS Kasih Fatimah.

Publik juga menunggu dan menanti proses penegakan dan kepastian hukum dan pastinya publik juga percaya Polres dapat menjalankan Proses ini secara transparan dan Profesional.

” Semoga saja setiap minggu ada Progres perkembangan kasus ini di Publik. Kami percaya aparat mampu dan bisa mengungkap misteri dalam dugaan Pidana ini, ” Imbuhnya.

Kasie Humas Polres Kotamobagu AKP I Dewa Gede Dwidyana ketika di konfirmasi membenarkan adanya laporan tersebut.

Ada dua korban yang melapor tapi untuk keterangan lengkap nanti saja setelah proses BAP selesai.

” Sabar ya, Pasti saya akan beri penjelasan secara detail, ” Terangnya. (Midi)

Loading