2PAM3 Jalin Sinergitas Dengan Pemerintah Daerah

Minut-Sistem pemerintahan yang baik adalah yang memberikan berbagai kemudahan, kepastian, bersih dalam menyediakan pelayanan kepada warga masyarakat dan melindungi dari berbagai tindakan sewenang-wenang terhadap diri, hak maupun harta benda masyarakat.

Dalam menunjang hal tersebut, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Perkumpulan Penggerak Aspirasi Masyarakat Minoritas Indonesia Maju (2PAM3) beriktiar membangun sinergitas dengan pemerintah guna menunjang program-program yang ada di Kabupaten Minahasa Utara.

Didampingi Sekretaris Eno Maradesa dan Tim  yang telah dibentuk di Minahasa Utara, Ketua Umum 2PAM3 Antonius Rahabav mengatakan, lembaga 2PAM3 merupakan lembaga yang baru dibentuk dan akan melebarkan sayapnya dibeberapa Kabupaten/Kota di Indonesia berdasarkan karakteristik wilayah masing-masing.

“Lembaga ini baru dibentuk, tapi kami juga sudah banyak melakukan kegiatan bahkan kami sudah berkonsolidasi dengan 40 kabupaten/kota diseluruh Indonesia, sedangkan untuk Sulut kami baru masuk, tapi kami sudah membentuk dan memperkuat Tim yang ada disini”, ungkapnya.

Terkait legalitas lembaga, Antonius menegaskan, Lembaga 2PAM3 telah mengantongi Surat Keputusan (SK) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Nomor AHU 0000156.AH.01.07 Tahun 2023. Memiliki visi dan misi yang berkaitan dengan kondisi Sulut saat ini, bahkan dirinya mengaku 2PAM3 akan melakukan reset di bidang pelayanan publik, infrastruktur, lingkungan hidup, pendidikan dan kesehatan yang bertujuan memberikan kontribusi pemikiran terhadap pemerintah daerah setempat.

“Visi misi Yang kami perjuangkan adalah memperjuangkan aspirasi kelompok minoritas dan pencegahan tindak pidana korupsi, hal ini juga yang kami kampanyekan dalam bentuk seminar, lokakarya pendidikan anti korupsi yang berkonsentrasi kepada aparat pemerintah desa, pemerintah daerah, kelompok BUMN dan BUMD yang menggunakan dana negara”, tegas Antonius.

Dirinya berharap, kehadiran Lembaga 2PAM3 didaerah Nyiur Melambai ini dapat bersinergi dengan pemerintah yang ada dalam mencari solusi terhadap masalah-masalah sosial kemasyarakatan bahkan lingkungan hidup didaerah ini.

“Kontribusi pemikiran ini yang kami bawa kepada pemerintah untuk melengkapi kekurangan yang ada, supaya pelaksanan pembangunan yang dilakukan punya sentuhan kepada masyarakat”, ujar Ketum 2PAM3 yang akrab dipanggil Tony tersebut. (T3)

Loading