Sitaro-Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kabupaten Sitaro, Novia Tamaka, mengikuti Rapat Penyampaian Hasil dan Rekomendasi Kabupaten Layak Anak (KLA) yang dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Meeting, pada Selasa (10/3/2026).
Kegiatan tersebut diikuti dari Media Centre Kantor Bupati Kepulauan Sitaro bersama sejumlah Perangkat Daerah terkait yang terlibat dalam upaya pemenuhan indikator Kabupaten Layak Anak.
Rapat ini merupakan bagian dari proses evaluasi pelaksanaan program KLA, sekaligus penyampaian hasil penilaian serta rekomendasi dari Pemerintah Pusat melalui Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak, Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, terhadap upaya yang telah dilakukan Pemerintah Daerah dalam mewujudkan Program Kabupaten Layak Anak.
Melalui hasil evaluasi dan rekomendasi yang disampaikan dalam rapat tersebut, Pemerintah Daerah dapat mengetahui berbagai aspek yang perlu ditingkatkan dalam upaya mendukung program Kabupaten Layak Anak.
- Serahkan Lebih 1000 Sertipikat Tanah Wakaf di ICOP 2026, Menteri Nusron Minta Penerima Jadi Pionir Percepatan
- Resmikan Kampung RA Dan Pemberdayaan Wakaf Produktif di Pekalongan, Sahli ATR/BPN Harapkan Kesejahteraan Masyarakat Terwujud
- Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kolaborasi PLN UID Suluttenggo dan Pemprov Sulut Bersihkan Kawasan Malalayang Beach Walk
Rekomendasi yang disampaikan menjadi bahan evaluasi dan motivasi untuk terus meningkatkan sinergi lintas sektor dalam mewujudkan Kabupaten Kepulauan Sitaro sebagai Kabupaten Layak Anak.
Pelaksanaan program Kabupaten Layak Anak memberikan berbagai manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman, sehat, dan ramah bagi anak.
Implementasi Kabupaten Layak Anak juga mendorong meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan dan pemenuhan hak anak, sehingga anak-anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal sebagai generasi penerus pembangunan daerah.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro berharap melalui kolaborasi dan komitmen bersama antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya, dalam upaya mewujudkan Kabupaten Layak Anak dapat terus ditingkatkan demi terciptanya masa depan yang lebih baik bagi anak-anak di daerah. (*Ighel)








