oleh

Wakili Bupati, Sekda Watania Launcing Aplikasi Digital Siproyek dan Simeja

Minahasa-Bupati Minahasa Dr. Jemmy Stani Kumendong, M.Si, di wakili Sekda Minahasa Dr Lynda Watania, melounching Aplikasi Digital Sistem Pelaporan dan Monitoring Proyek Konstruksi (Siproyek) dan Sistem Monitoring Evaluasi Pengawasan Teknis Jalan (Simeja), bertempat di ruang sidang Bupati,Kamis (19/10/2023).

Dalam kegiatan ini  Sekda Lynda Watania di dampingi Kadis Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Minahasa Daudson Rombon.

Dalam penjelasan Kadis PUPR Daudson Rombon melalui Sekdis Alex Dotulong, aplikasi Siproyek ini memiliki memiliki lima keunggulan bertujuan meningkatkan kinerja dan mempercepat pelaporan serta pemantauan.

“Tentunya dengan adanya bantuan teknologi aplikasi tersebut sangat membantu dalam pelaksanaan pekerjaan. Sistem ini juga merupakan kerinduan PUPR untuk menjadi organisasi digital yang mengedepankan efisiensi, efektifitas, kecepatan dan presisi, sebagai pengubah e-Government dan good governance,” ujarnya.

Sistem ini katanya, membantu memonitor pekerjaan apa yang dikerjakan penyedia setiap hari, berapa volume pekerjaan, berapa tenaga yang digunakan, berapa bahan yang digunakan dan alat apa saja yang digunakan setiap harinya.

Ini lima keunggulan aplikasi Siproyek dan Simeja.

Pertama,sebagai alat pemantauan/monitoring kinerja penyedia/pelaksana konstruksi oleh pemilik pekerjaan (PA/KPA/PPK). Sistem ini membantu dalam memonitor kemajuan pekerjaan secara keseluruhan, apakah ada penyimpangan dibandingkan dengan rencana, dan tindakan apa yang dilakukan untuk mengendalikan pekerjaan, misalnya memberikan surat teguran langsung dikirim melalui sistem.

Kedua, sebagai alat pemantauan kinerja pengelola proyek konstruksi baik PPK, PPTK maupun pengawas. Yang pemantauan adalah kapan pengawas/pptk/ppk ke lapangan, berapa kali, pada tanggal berapa saja, dan disertai dengan dokumentasi sebagai bukti kunjungan lapangan yang bisa diambil foto dari sistem/aplikasi.

Ketiga, sebagai alat pelaporan pelaksanaan proyek konstruksi oleh penyedia kepada pemilik proyek. Yang dilaporkan adalah laporan kemajuan pekerjaan harian yang kemudian secara otomatis akan direkap oleh sistem menjadi laporan mingguan, laporan bulanan serta laporan kemajuan pekerjaan. Jika ada kendala di misalnya lapangan gangguan cuaca, dilaporkan dalam sistem ini.

Keempat, sebagai alat lencetak dan penyimpan dokumen administrasi keuangan proyek yang belum disediakan oleh SIPD, seperti: berita acara pembayaran, berita acara kemajuan pekerjaan, laporan kemajuan pekerjaan, laporan harian, laporan mingguan, laporan bulanan, addendum proyek, PHO dan FHO.

Kelima, sebagai alat perekaman semua catatan proyek (buku arah) dan tindak lanjut. Yang direkam adalah catatan proyek (buku arah) yang dicatat (dalam sistem) oleh PA/KPA, PPK, PPTK, dan pengawas, serta feedback tindak lanjut dari penyedia/pelaksana Konstruksi disertai bukti foto tindak lanjut.  (Ronny).