Manado-Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw menghadiri ibadah Syukur/Agung Hari Pria Kaum Bapak (P/KB) KGPM, di KGPM Sidang Getsemani Tompaso, Kabupaten Minahasa, Jumat (21/04/2023).
Dalam kesempatan tersebut, Wagub Kandouw menjelaskan sejarah pembentukan KGPM di tanah Minahasa sehingga KGPM menjadi tumbuh besar dan hebat.
Wagub Kandouw meminta P/KB KGPM menjaga kekudusan entah profesi anda guru, PNS, pejabat, pedagang, petani jaga kekudusan.
“Kalau torang semua hidup kudus, pasti semua Tuhan berkati. Karena kekudusan bukan seremonial seperti sekarang, bukan gedung besar, jemaat jutaan. Bukan diakonia dan perpuluhan, tapi iman dan perbuatan. Itu yang lebih penting,” kata Kandouw.
- Annabelle Maliangkay Wakili Minut di Putri Otonomi Indonesia 2026, APKASI Resmi Buka Audisi 20 Besar
- Ingatkan Pemprov Sulut Serius Tindak Lanjuti Rekomendasi Dan Arahan BPK RI, Michaela Paruntu : DPRD Sulut Akan Pastikan Setiap Rekomendasi Ditindak Lanjuti Secara Maksimal
- DPRD Tomohon Gelar Paripurna Usul Pergantian Pimpinan, Sekkot Hadiri Mewakili Wali Kota
Selain itu, Wagub Kandouw juga menjelaskan terkait etika protestan. Yaitu kerja keras, tidak pilih-pilih kerja, tidak pilih lapangan berkarya. Jangan malas.
“Karena etika protestan semua berhak mendapatkan berkat Tuhan. Harus sejahtera dan makmur. Karena kesempatan sama. Dulu sekolah hanya orang tertentu, tapi dengan etika protestan semua diberikan kesempatan untuk kerja, berkarya, jadi makmur dan kaya raya kalau perlu. Jadi P/KB KGPM gelorakan itu,” imbau Kandouw.
Wagub Kandouw juga meminta P/KB KGPM memanfaatkan KUR 7 triliun dengan membuat UMKM dan Koperasi. Karena kredit sampai 100juta tanpa angunan.
“Pak Gubernur juga mendorong peningkatan SDM. Jadi anak KGPM yang masih mudah kita dorong untuk sekolah. Supaya bisa bersaing,” kata Kandouw.
Wagub Kandouw juga meminta P/KB KGPM jaga kerukunan harmoni di Sulut. “Kalau di tempat lain kerukunan dan harmoni barang mahal, tapi di Sulut ini menjadi gaya hidup. Jadi harus jaga. Paling penting kerukunan jemaat harus dijaga jangan baku hujat. Sehingga tidak heran HUT PI Sulut jadi tuan rumah nasional,” pungkasnya. (J.Mo/*)








