Manado-Di hari kedua kunjungan Kerja (Kunker) di Jepang, Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Drs Steven Kandouw melakukan sejumlah kegiatan.
Demi peningkatan atau ketambahan pekerja asal Bumi Nyiur Melambai di Jepang, Wagub Kandouw melakukan pertemuan bersama JICA dan MAFF Ministry of Agriculture, Forestry and Fisheries) atau Kementerian Pertanian, Kehutanan dan Perikanan Jepang yang ada di Tokyo.
Di pertemuan dengan JICA, Wagub Kandouw yang didampingi didampingi Istri tercinta yang juga Sekretaris TPP PKK Sulut dr Devi Kandouw-Tanos MARS, Asisten I DR Denny Mangala, Kadis Pendidikan Femmy Suluh, Kadis Nakertrans Rachel Rotinsulu dan dr Grace Punuh itu, melakukan short meeting.
Menurut Wagub Kandouw JICA adalah sebuah lembaga yang didirikan pemerintah Jepang untuk membantu pembangunan negara-negara berkembang.
- Hadirkan Semangat Baru Bagi Warga Terdampak Banjir, PLN UP3 Gorontalo Salurkan 535 Paket Sembako di Lima Desa di Gorontalo Utara
- Semangat Hari Lahir Pancasila, PLN UP3 Kotamobagu Salurkan 150 Paket Sembako untuk Masyarakat Miskin Ekstrem di Bolaang Mongondow Utara
- Gubernur Yulius Ajak Warga Jaga Kelestarian Lingkungan Demi Masa Depan Generasi Mendatang
“JICA siap mengirim guru pengajar bahasa Jepang untuk mengajar bahasa jepang kepada calon tenaga kerja Sulawesi Utara yang akan berangkat ke Jepang. Tentunya ini merupakan suatu bentuk nyata keseriusan JICA dalam membantu pembangunan SDM anak-anak Sulawesi Utara,” jelas Wagub Kandouw.
Selanjutnya rapat bersama MAFF yang ada di Tokyo, kunjungan kerja kami di MAFF (Ministry of Agriculture, Forestry and Fisheries/Kementerian Pertanian, Kehutanan dan Perikanan), yang diterima langsung Direktur MAFF Mrs. OMURO Sachiko.
“Rapat dengan Kementerian Pertanian, Kelautan dan Kehutanan Jepang ini merupakan langkah yang sangat luar biasa bagi kami pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mendorong Tenaga Kerja dari Sulawesi Utara untuk dapat bekerja di Sektor Pertanian, Kelautan dan Kehutanan di Jepang,” pungkas Wagub Kandouw.(*)






