Morut – Kepala Desa (Kades) Jamor Jaya, Weriyo Arjo, angkat bicara soal tudingan yang mendiskreditkan dirinya, soal pemberitaan di salah satu media online, terkait adanya dugaan pengadaan sapi fiktif dalam pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) Tahun Anggaran (TA) 2022 – 2025 di Desa Jamor Jaya.
” Tidak ada yang fiktif, itu tidak benar, program pengadaan sapi tersebut, sudah berjalan sesuai dengan prosedur yang jelas. Lagipula setiap tahun kami di audit oleh Inspektorat Morut, soal program yang ada di Desa, termasuk pengadaan sapi yang diperbincangkan saat ini. Semuanya sudah berjalan sesuai dengan koridor yang jelas, dan pastinya di sesuaikan dengan anggaran yang ada, ” ungkap Weriyo Arjo.
Weriyo Arjo, kepada media ini, Sabtu (18/04/2026), menegaskan, bahwa sebelum- sebelumnya hal tersebut tidak dipermasalahkan, karena memang tidak ada persoalan. Hanya saja yang merasa aneh dan janggal, kenapa nanti sekarang baru mulai ramai di perdebatkan oleh segelintir oknum tertentu.
” Baru yang mempersoalkan juga adalah merupakan bagian dari aparat di Desa, yang nota bene selama ini mengawasi roda pemerintahan kami di Desa, ” tegas Weriyo Arjo.
Weriyo Arjo, kembali menegaskan, bahwa pada tanggal 14 April 2026 sebelumnya, atas inisiatif sendiri, pihaknya meminta Inspektorat Morut, untuk melakukan Pemeriksaan Khusus (Pemsus) kepada dirinya, sekaitan dengan tudingan tersebut.
” Hasilnya sudah ada. Sejauh ini tidak ada masalah. Tetapi kalau toh kemudian ada temuan, pasti kami akan selesaikan, sesuai dengan prosedur aturan yang ada, ” tandas Weriyo Arjo.
Ia juga berharap, agar kondusifitas yang sudah terjaga dengan baik di Jamor Jaya bisa terus dipertahankan, jangan sampai dirusak oleh karena adanya kepentingan segelintir orang yang tidak menginginkan Jamor Jaya ini aman dan terkendali.
” Kalau toh ini berkaitan dengan Pilkades. Mari kita jaga keberagamaan yang sudah terpupuk dengan baik selama ini. Mari kita berkompetisi dengan baik, tanpa harus mendiskreditkan seseorang dengan hal – hal tertentu yang justru belum diketahui secara pasti kebenarannya. Semuanya harus gentel, ” tukas orang nomor satu di Jamor Jaya itu. (NAL)







