Wali Kota Manado bersama BWS I Sulut rapat tekhnis
Manado – Dalam upaya menangkal pembuangan sampah di Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano, Wali Kota Manado Andrei Angouw memimpin rapat tekhnis bersama Balai Wilayah Sungai I Sulut, bertempat di ruang rapat Walikota, Senin (11/04/2022).
Pembahasan penangkalan sampah yang akan di laksanakan di seputaran Jembatan Megawati (JM) ini, di hadiri Kadis PUPR Kota Manado Jhony Suwu, Kadis DLH bersama instansi terkait.
Rapat koordinasi ini membahas mengenai sampah yang pengelolaannya belum sesuai dengan harapan. Hal ini dikarenakan persoalan kesadaran masyarakat pada sampah yang kurang maksimal sehingga diperlukan adanya edukasi, tidak hanya tentang sistem kumpul-angkut-buang, melainkan tentang menangkal sampah di DAS Tondano.
Wali Kota Manado mengatakan singkronisasi ini sangat penting dengan maksud pelaksanaan oleh Balai Wilayah Sungai secepatnya terealisasi sehingga akan memberikan dampak positif bagi masyarakat Kota Manado.
- Perkuat Kebersamaan Dimomen HUT RI Ke 81, Polres Bitung Gelar Olahraga Bersama Bhayangkari
- Mendengarkan Pidato Presiden Dalam Rangka HUT RI Ke 71, DPRD Bitung 2 Kali Gelar Paripurna Dalam Sehari
- Jalin Kerja Sama Dengan RSUD Bitung, Yayasan Rumah Lukaku Indonesia Lakukan Pemeriksaan Mata Dan Kitanan Gratis
“Sinkronisasi program ini, agar kebijakan program BWS soal sungai yang ada di Kota Manado akan sejalan dan terintegrasi dengan kebijakan program pemerintah Kota khususnya Dinas PUPR terhadap normalisasi anak sungai dan penataan pembenahan aliran-aliran air yang ada di Kota Manado.” Ujar Wali Kota.
Wali kota menyampaikan bahwa dalam kerja lapangan BWS untuk Sungai Tikala, nantinya berkoordinasi dan bekerjasama dengan Dinas DLH Kota Manado dalam hal pengangkutan sampah, sedimen hasil pengerukan atau sampah pohon, rumput yang diambil dari bantaran-bantaran sungai.
Dalam rapat koordinasi tersebut, Wali Kota juga menyinggung soal penataan dan pembenahan Sungai Tikala,juga masalah erosi serta bangunan yang telah melewati batas bantaran sungai. Hal urgen yang dibahas juga adalah sampah masyarakat yang tinggal disekitar bantaran sungai. Bangunan yang telah melewati batas bantaran yang telah membuat sampah tertumpuk. (Mal)






