Wakil Gubernur Sulut Drs Steven OE Kandouw. (Foto Istimewa)
Sulut – Setelah pekan lalu berada di zona oranye, pada awal pekan ini semua daerah di Sulut berada di zona kuning Covid 19.
Ini berarti terjadi penurunan secara akumulatif dampak dari Covid di Bumi Nyiur Melambai.
Walau begitu Wakil Gubernur Sulut Drs Steven OE Kandouw berpesan semua pihak berkompeten serta warga Sulut untuk tidak cepat pada puas.
“Memang patut disyukuri karena ini menandakan terjadi penurunan penderita Covid, namun jangan cepat puas, harus tetap waspada,” pesan Wagub Kandouw, Selasa (23/03/2021) siang.
- Ketua Dewan Andi Silangen Menghadiri Undangan Rapat Kerja Daerah Gerindra Sulut 2026
- Sekwan Silangen Hadiri Peresmian Museum Negeri Provinsi Sulut : Menunjukan Komitmen Kuat Dalam Mendukung Pemeliharaan Cagar Budaya Dan Entitas Pariwisata Berbasis Edukasi
- Diresmikan Menteri Kebudayaan, Wajah Baru Museum Negeri Sulawesi Utara Jadi Ruang Edukasi Modern dan Ikon Wisata Budaya
“Harus tetap disiplin dalam penerapan protokol kesehatan (Prokes) dalam keseharian,” tambah Wagub Kandouw.
Sebab menurut Wagub Kandouw, jika tak patuh Prokes Covid 19 akan bisa kembali berdampak tak baik.
“Sebab jikalah kita lengah, pasti kasus terpapar Covid 19 akan naik lagi,” pungkas Wagub Kandouw.
Secara teknis Jubir Satgas Covid 19 Provinsi Sulut dr Steven Dandel menjelaskan bahwa ada 14 indikator untuk menilai tingkatan zona Covid 19.
“Misalnya indikator menurunnya jumlah kasus, berkurangnya yang meninggal akibat covid, hingga berkurangnya yang dirawat di rumah sakit, serta indikator-indikator lainya,” jelas dokter Dandel Selasa siang tadi.
“Dengan adanya indikator-indikator ini, maka akan ada skor untuk penentuan zona. Dan untuk Sulut di zona kuning saat ini skornya dari 2,5 hingga 3,” pungkas dokter familiar ini. (***)








