Tomohon – Steven Kandouw, Ketua Umum KONI Sulut mewanti-wanti soal pengelolaan dana hibah untuk KONI.
Hal itu disampaikan Steven Kandouw Ketika melantik Pengurus KONI Tomohon di Vila Emita Tomohon, Jumat (2/7/2021).
Kandouw berujar Tiap tahun KONI dibekali hibah dari pemerintah bersumber dari APBD.
“Jangan sampai, pengelolaan ini bermasalah, sebab itu Bendahara harus berintegritas”
- Melangkah Sehat, Bergerak Hijau: PLN UP3 Luwuk Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dengan Aksi Bersih Lingkungan
- Gelorakan Semangat Pancasila, PLN dan Pemprov Sulteng Kejar Target 100% Desa Berlistrik di 2029
- Pansus RTRW Menggelar Rapat Penyempurnaan Hasil Evaluasi Kemendagri Terhadap Ranperda RTRW Tahun 2025-2044
Di kesempatan itu, Steven memperkenalkan ke Pengurus KONI Tomohon, Bendahara baru KONI Sulut bernama Alvin Talulu.
Alvin kata Steven, direkomendasikan menjadi Bendahara Umum KONI
“Alvin ini dari Jakarta ditunjuk Gubernur,” kata dia.
KONI Sulut akan mendapat hibah sebesar Rp 17 miliar
“Perlu dari integritas, Alvin ini dulu dari OJK,” ungkapnya
Ia berharap, KONI Tomohon juga dapat dana hibah yang cukup.
Ia menyebut ada 3 organisasi yang wajib mendapat hibah tiap tahun.
Pertama, Palang Merah Indonesia (PMI)
Kedua, Pramuka.”Tidak main – main di tengah krisis kebangsaan akhirnya ingat Pramuka,” ungkapnya.
Ia menyorot saat ini banyak anak – anak, Pancasila pun tak hafal.
Ketiga, wajib dapat dana hibah itu KONI
“Saya senang ada ketua DPRD Tomohon (Djemmy Sundah), hibah koni jang pele-pele,” (jangan menghalang-halangi) ujarnya. (*/JM)






