Minut- Dalam menanggapi cepat dampak bencana alam yang melanda, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara melakukan langkah proaktif dan tanggap. Minggu (7/4), hujan lebat dan angin kencang melanda daerah ini, menyebabkan banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.
Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, tercatat 4 kecamatan terkena dampak, antara lain Likupang Timur, Likupang Barat, Likupang Selatan, dan Wori. Daftar desa yang terdampak juga terperinci.
Dari data yang dihimpun, sejumlah desa terendam banjir, termasuk 7 desa di Kecamatan Likupang Timur, 2 desa di Likupang Barat, 2 desa di Likupang Selatan, dan 6 desa di Wori.
1. Kecamatan Likupang Timur (7 Desa)
- Bupati FDW Apresiasi Jajaran Polres Minsel Dalam Lakukan Pembinaan Melalui Program Polisi Cilik dan Patroli Keamanan Sekolah
- RSUD Kolonodale Jalani Kredensial BPJS, Layanan CT Scan Segera Hadir di Morut
- PLN Goes To You: Semarakkan Hari Pelanggan Nasional 2026, PLN UP3 Gorontalo Hadir Menyapa Pelanggan
(1) Desa Rinondoran
(2) Desa Maen
(3) Desa Likupang Satu
(4) Desa Winuri
(5) Desa Kampung Ambong
(6) Desa Sarawet
(7) Desa Pinenek
2. Kecamatan Likupang Barat (2 Desa)
(1) Desa Maliambao
(2) Desa Termal
3. Kecamatan Likupang Selatan (2 Desa)
(1) Desa Paslaten
(2) Desa Desa Batu
4. Kecamatan Wori (6 Desa)
(1) Desa Bulo
(2) Desa Pontoh
(3) Desa Talawaan Atas
(4) Desa Lansa
(5) Desa Talawaan Bantik
(6) Desa Tiwoho
Selain banjir, tanah longsor juga menjadi ancaman serius. Kecamatan Likupang Timur, Selatan, dan Barat mengalami dampaknya dengan sejumlah desa terdampak.
1. Kecamatan Likupang Timur (2 Desa)
(1) Desa Kokoleh Dua (3 titik)
(2) Desa Marinsow
2. Kecamatan Likupang Selatan (1 Desa)
(1) Desa Kaweruan
3. Kecamatan Likupang Barat (1 Desa)
(1) Desa Munte
Pohon tumbang juga menjadi masalah serius, terutama di Kecamatan Likupang Selatan dengan 3 desa terkena dampak.
Kecamatan Likupang Selatan (3 Desa)
(1) Desa Kaweruan
(2) Desa Paslaten
(3) Desa Batu.
Dalam respons cepatnya, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara telah melibatkan berbagai pihak seperti POLRI, SAR, BMKG, PMI, RAPI, dan relawan untuk mengatasi dampak bencana.
Terkait hal ini Bupati Minahasa Utara Joune Ganda mengimbau <span;>untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi risiko juga telah disampaikan kepada masyarakat, petani, nelayan, dan penduduk di daerah rawan.
“Penanggulangan bencana adalah tangung jawab bersama, maka bantuan dan kerjasamanya mulai dari jaga, desa/kelurahan, kecamatan, perangkat daerah, semua stakeholder untuk mengambil peran dan tanggung jawab. Berhati-hati dalam berkendara, karena curah hujan sangat tinggi mengaburkan pandangan dan jalanan licin. Mari bersama kenali ancamannya, antisipasi akibatnya, siapkan strateginya, kurangi risikonya, kita siap untuk selamat, budayakan sadar bencana, kita jaga alam dan alam jaga kita,” kata Bupati. (T3)





