Minut- Suhu politik menjelang Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) di Kecamatan Kauditan mulai mendapat perhatian serius pemerintah setempat. Camat Kauditan Vilma Anthonie meminta seluruh elemen masyarakat tidak membiarkan perbedaan pilihan berkembang menjadi gesekan di tengah warga.
Menurut Vilma, Pilhut merupakan bagian dari proses demokrasi yang memberikan ruang kepada masyarakat untuk menentukan figur yang dinilai mampu memimpin dan membangun desa. Karena itu, kompetisi harus dijalankan secara sehat tanpa mengorbankan persaudaraan.
“Walaupun beda-beda pilihan, tetap satu. Kita semua masyarakat Kabupaten Minahasa Utara,” tegas Vilma, Rabu (9/9/2026).
Ia menilai keberhasilan pelaksanaan Pilhut tidak hanya ditentukan oleh kelancaran setiap tahapan administratif, tetapi juga kemampuan seluruh pihak menjaga suasana tetap aman dan kondusif.
Untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya gangguan keamanan, pemerintah kecamatan bersama unsur terkait telah melakukan pemetaan terhadap sejumlah titik yang dinilai memiliki potensi kerawanan.
Vilma memilih tidak mengungkap lokasi maupun bentuk kerawanan tersebut secara terbuka. Menurutnya, informasi tersebut berkaitan langsung dengan langkah pengamanan yang sedang disiapkan.
Koordinasi pun terus dilakukan bersama Polsek, Koramil, Bhabinsa serta unsur keamanan di tingkat desa. Langkah ini dilakukan agar setiap potensi persoalan dapat diantisipasi sejak dini selama seluruh rangkaian Pilhut berlangsung.
Di sisi lain, pemerintah kecamatan memastikan kesempatan untuk mengikuti kontestasi tetap terbuka bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan dan memiliki keinginan membangun desa.
Tahapan pendaftaran bakal calon Hukum Tua telah dibuka sejak 8 September 2026 dan akan berlangsung hingga 18 September 2026 pukul 24.00 WITA.
Vilma meminta warga yang berminat mencalonkan diri tidak hanya mengedepankan ambisi untuk berkompetisi, tetapi juga memahami seluruh aturan yang telah ditetapkan panitia.
“Yang berkeinginan mencalonkan diri, ingin membangun desa, dipersilakan untuk mendaftar dan mengikuti sesuai dengan aturan dan tahapan-tahapan yang sudah disampaikan kepada panitia pemilihan di desa dan sudah disosialisasikan,” ujarnya.
Ia kembali mengingatkan para bakal calon, pendukung serta masyarakat agar mampu menerima proses demokrasi secara dewasa. Kemenangan maupun kekalahan dalam Pilhut, kata Vilma, tidak seharusnya memutus hubungan sosial yang selama ini terbangun di tengah masyarakat.“Pada intinya, mudah-mudahan bisa berjalan dengan baik,” tandasnya. (T3)





