Remaja Sulut Jadi Pilar Masa Depan, BKKBN Tegaskan Pentingnya Perencanaan Hidup

Manado-Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) menggelar Sosialisasi Remaja Peduli Kependudukan di SMA Negeri 9 Manado, pada Kamis (28/8/2025).

Kegiatan yang dihadiri langsung oleh Deputi Bidang Pengendalian Penduduk Kemedukbangga/BKKBN, Bonivasius Prasetya Ichtiarto ini juga dirangkiakn dengan dengan Pelantikan Pengurus Koalisi Muda Kependudukan Sulawesi Utara (Sulut).

Ichtiarto menyampaikan rasa bangganya bisa hadir bertemu dengan para siswa SMA Negeri 9 Manado dalam acara kependudukan. Ia pun menyatakan optimisme tinggi terhadap masa depan Indonesia, yang saat ini tengah memasuki masa bonus demografi.

“Saya bangga dan beruntung bisa berada di tengah adik-adik sekalian. Melihat semangat dan prestasi yang kalian tunjukkan, saya yakin Indonesia bukan hanya menuju, tetapi bisa benar-benar menjadi BASISBERITA.COM Indonesia Emas,” ungkapnya.

Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa Indonesia saat ini berada pada struktur penduduk yang sangat menguntungkan, di mana 70,72% penduduk berada pada usia produktif (15-64 tahun). Namun, ia mengingatkan bahwa situasi ini bersifat sementara.

Baca :Gubernur Yulius Terima Kunker Komite VI DPD RI, Bahas APBN 2026 Untuk Sulut

“Kalau kita tidak manfaatkan sekarang, kita bisa kehilangan kesempatan emas ini. Tidak ada negara yang bisa mengulang kembali fase bonus demografi,” tegasnya.

Ia juga menyinggung pentingnya program Keluarga Berencana (KB) di masa lalu, yang berhasil mengendalikan laju pertumbuhan penduduk saat struktur penduduk Indonesia masih didominasi usia anak-anak. Kini, tantangannya adalah menjaga keseimbangan agar tidak terlalu sedikit maupun terlalu banyak.

Lanjut dalam pemaparannya, ia membeberkan isu-isu sosial yang mulai memengaruhi struktur keluarga di Indonesia, termasuk fenomena menunda memiliki anak karena alasan ekonomi, serta pengaruh budaya luar yang dapat menggeser nilai-nilai kekeluargaan.

“Kalau nanti menikah tapi tidak ingin punya anak sampai akhir hayat, itu bukan hanya soal ekonomi, tapi juga soal nilai keluarga yang makin pudar,” ujarnya.

Ia juga menyebut bahwa negara-negara dengan tingkat individualisme tinggi dan isu LGBT yang meluas mengalami penurunan tajam dalam tingkat kelahiran.

Di akhir pemaparannya, ia menegaskan bahwa pembangunan keluarga bukan hanya soal jumlah, tetapi juga kualitas. Oleh karena itu, generasi muda harus dibekali dengan nilai-nilai yang kuat, pendidikan yang baik, dan perencanaan hidup yang matang.

Sebelumnya, Sebelumnya, Kepala Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil dan Keluarga Berencana (Disdukcapil-KB) Provinsi Sulawesi Utara, Christodharma Sondakh, mewakili Gubernur Sulut Yulius Selvanus menegaskan pentingnya perhatian terhadap isu kependudukan dalam rangka menyiapkan generasi emas Indonesia 2045.

Dalam sambutan gubernur, Sondakh menyampaikan bahwa anak-anak dan remaja saat ini merupakan arsitek masa depan bangsa yang akan memimpin dan membangun Sulut serta Indonesia menuju puncak kejayaan.

Baca :Logo dan Maskot Porprov XII Sulut Resmi Diluncurkan, Gubernur Yulius : Porprov Harus Jadi Wadah Untuk Ciptakan Atlet Berprestasi

“Pundak kalian adalah tempat berpijaknya harapan bangsa. Bonus demografi kita akan sia-sia jika tidak dimanfaatkan dengan bijak. Generasi muda harus disiapkan menjadi generasi yang unggul, produktif, dan sejahtera,” ujar Sondakh.

Ia menekankan bahwa kesadaran terhadap isu kependudukan, kesehatan reproduksi, dan perencanaan kehidupan yang matang harus dibangun sejak dini melalui program GenRe. Menurutnya, remaja adalah agen perubahan yang akan membawa pesan penting mengenai pencegahan stunting, penolakan terhadap pernikahan dini, dan bahaya narkoba.

Gubernur menyebut, pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, sekolah, dan orang tua sebagai pendukung utama dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang generasi muda.

“Saya percaya, dengan semangat juang dan kecerdasan yang kalian miliki, tantangan sebesar apa pun dapat kalian taklukkan. Mari isi masa muda dengan hal-hal positif dan prestasi yang memberi kontribusi nyata bagi negeri,” tutupnya penuh semangat.

Kegiatan ini turut dihadiri, di antaranya Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Sulut, Jeanny Yola Winokan dan jajarannya, Staf Khusus Gubernur Sulut, Sarifuddin Kamis, serta siswa-siswi SMA Negeri 9 Manado. (*J.Mo)

Loading