Gorontalo-Pimpinan Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PW PERGUNU) Provinsi Gorontalo menggelar kegiatan Training Karya Ilmiah pada Minggu (25/01/2026) di MIN 1 Kota Gorontalo. Kegiatan ini mengusung tema Smart Writing: Integrasi AI dalam Penulisan, Menulis untuk Mengabdi, Berkarya untuk Peradaban.
Hal ini menjadi bagian dari ikhtiar PW Pergunu dalam meningkatkan kualitas guru melalui budaya menulis dan penguatan karya ilmiah ditengah perkembangan digitalisasi pengetahuan.
Kegiatan tersebut dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Pergunu, Gus Dr. Aris Adi Leksono, M.M.Pd., yang mengikuti acara melalui Zoom. Dalam sambutannya, Gus Aris menyampaikan apresiasi atas inisiatif PW Pergunu Gorontalo dalam menyelenggarakan pelatihan tersebut.
“kami sangat mengapresiasi pelaksanaan kegiatan Training Karya Ilmiah yang digagas dan dilaksanakan oleh Pimpinan Wilayah Gorontalo. Kegiatan ini dapat menjadi salah satu solusi atas dinamika perkembangan digitalisasi pengetahuan, sekaligus menguatkan implementasi pembelajaran bagi Guru Nahdlatul Ulama,” ujarnya.
Ia juga mendorong agar pelatihan menulis tidak berhenti pada satu sesi saja, melainkan dilaksanakan secara berkelanjutan.
“Kami sangat mendorong agar kegiatan menulis ini dibuat berseri. Karena kami yakin, dengan menulis kita akan terus belajar, sehingga pembelajaran menjadi lebih menarik dan kualitas guru dalam penulisan karya ilmiah semakin meningkat,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua PW Pergunu Provinsi Gorontalo, Dikson Yasin menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda yang diupayakan untuk dirutinkan. Tujuan utamanya adalah melahirkan guru dan dosen yang inspiratif dan produktif melalui tulisan dan karya.
“Melalui karya tulis, guru dan dosen diharapkan memiliki lompatan tersendiri dalam mendidik murid di ruang kelas. Guru tidak hanya mengajar, tetapi juga menjadi teladan sebagai insan akademik yang produktif, khususnya di lingkungan Pergunu,” jelasnya.
Menurut Dikson, pelatihan ini diharapkan dapat menjadi ikon di sejumlah sekolah/madrassh. Setiap pelatihan juga ditargetkan memiliki output nyata berupa buku dalam bentuk book chapter, dimana peserta menulis sesuai dengan tema dan disiplin keilmuan masing-masing. Meski memprioritaskan guru dan dosen NU, kegiatan ini tetap terbuka dan inklusif bagi peserta dari sekolah/madrasah umum maupun latar belakang lainnya.
Ditempat yang sama, Wakil Ketua PW Pergunu Gorontalo Arfan Nusi menyampaikan kegiatan ini diikuti oleh 34 orang dan dilaksanakan dalam satu hari, akan tetapi setiap satu pekan ada zoom yang dilakukan untuk memantau dan evaluasi perkembangan tulisan dari peserta.
“Output dari kegiatan ini yakni Book Chapter ditargetkan dalam dua atau tiga bulan sudah naik cetak,” lanjut Arfan.
Hal yang sama juga disampaikan oleh ketua panitia kegiatan, Sutarjo Paputungan saat diwawancarai. Ia berharap melalui kegiatan ini guru dan dosen memiliki bekal dan pemahaman yang komprehensif mengenai konsep dasar karya ilmiah, teknik penulisan yang sistematis, serta strategi publikasi hasil penelitian atau gagasan ilmiah sesuai kaidah akademik. (**SU)
![]()









