Minut- Warga Kelurahan Pinasungkulan, Kecamatan Ranowulu, Kota Bitung meminta PT. MSM bertanggung jawab atas kerugian yang di alami masyarakat akibat teknik peledakan (Blasting) dari lokasi Pit Alaskar.
Puluhan warga Lingkungan 1 RT V Desa Pinasungkulan tersebut terus meminta keadilan agar pemerintah dapat memfasilitasi masyarakat dengan pihak PT. MSM mengingat lokasi Blasting hanya berjarak ratusan meter dari pemukiman rakyat.
“Pemerintah putar bale, karena setiap kali lurah melakukan pertemuan masyarakat tidak pernah dilibatkan, padahal kami adalah korban dari Blasing yang dilakukan PT. MSM, jangan-jangan pemerintah sudah ada kerjasama dengan Perusahan, kami minta pengoprasian Blasting dihentikan”, ungkap Olive Kaunang salah satu warga.
Selain itu Olive juga mengatakan, warga Pinasungkulan hanya menerima janji-janji palsu karena hingga saat ini tidak ada realisasi dari pihak PT. MSM.
“Sejak 3 tahun lalu PT. MSM janji akan ganti rugi, sekarang rumah kami terancam rubuh dan kami menuntut perusahan harus membayar ganti untung”, cetus Olvie.
Hal senada juga disampaikan Jeane Lalamentik, dirinya merasa dirugikan bukan hanya dari kondisi rumah yang hancur tapi warga merasa terganggu dengan goncangan saat Blasting, suara ekskavator dan kebisingan akibat kendaraan tronton yang lalu lalang.
“Siang di bom dan malam digoyang karena kerja ekskavator sehingga kenyamanan masyarakat terganggu dengan (kebisingan alat), belum lagi hampir setiap jam 2 subuh kami terganggu dengan suara kendaraan tronton yang beriringan”, kata Jeane
Memperkuat keluhan warga tersebut. Tokoh masyarakat kelurahan Pinasungkulan Isye Sompie mempertanyakan soal perijinan dan Amdal terkait Blasting kepada Pemkot Bitung.
“Blasting tentunya punya aturannya yang harus dikaji sebelum melakukan aktifitas seperti jarak lokasi dari pemukiman warga, tentunya menjadi tanda tanya bagi masyarakat terdampak karena pada kenyataannya ada beberapa lokasi tak jauh dari pemukiman seperti lokasi pid alaskar dan Pid Araren, “tandasnya.
Diketahui, hingga berita ini diturunkan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bitung dan pihak PT. MSM tidak kunjung datang padahal sebelumnya sudah dijadwalkan untuk bertemu dengan warga Pinasungkulan. (T3)









