Manado-Puluhan ribu peserta akan mengikuti Perkemahan Karya Pemuda Gereja (PKPG) Sinode GMIM yang akan dilaksanakan di Wilayah Tanawangko I, mulai tanggal 3-7 Juli 2023.
Hajatan tersebut di sambut antusias para Pemuda GMIM, karena akan menumbuhkan kekompakan dan kebersamaan antara Pemuda GMIM dalam mempererat tali persaudaraan.
Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw (ODSK) mendukung penuh kegiatan Perkemahan Karya Pemuda Gereja (PKPG) Sinode GMIM tersebut.
Ketua Panitia Umum PKPG Sinode GMIM Steve Kepel mengatakan, sampai tadi malam peserta yang mendaftar sebanyak 25.789 peserta dari 475 jemaat dan 117 wilayah. “Peserta ini akan terus bertambah,” ungkap Kepel, Minggu (2/7/2023).
- Melangkah Sehat, Bergerak Hijau: PLN UP3 Luwuk Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dengan Aksi Bersih Lingkungan
- Gelorakan Semangat Pancasila, PLN dan Pemprov Sulteng Kejar Target 100% Desa Berlistrik di 2029
- Pansus RTRW Menggelar Rapat Penyempurnaan Hasil Evaluasi Kemendagri Terhadap Ranperda RTRW Tahun 2025-2044
Menurut Sekprov Kepel, kegiatan perkemahan pemuda GMIM merupakan sarana pengembangan diri untuk terwujudnya pemuda GMIM yang dewasa dalam berpikir, mandiri untuk bertindak, sekaligus merupakan wadah pembelajaran untuk pengembangan minat, bakat dan penalaran.
“Diharapkan kedepannya pemuda gereja dapat mengembangkan iman, mental spiritual, dan lingkungan sosial guna kebangunan jasmani dan kesejahteraan bersama,” harapnya.
Sekprov Kepel juga meminta dukungan dan doa warga Sulut khususnya warga GMIM untuk menyukseskan kegiatan tersebut.
Terpisah, Ketua Komisi Pelayanan Pemuda Sinode GMIM Pnt Rio Dondokambey menjelaskan tujuan kegiatan tersebut menjabarkan program pelayanan komisi pemuda Sinode GMIM tahun 2023.
Selain itu, lanjut Rio juga memberikan kesempatan kepada pemuda untuk bertumbuh dan mengalami perjumpaan dengan Tuhan dalam persekutuan dengan sesama dan penghayatan terhadap lingkungan sekitar.
“Menimba ilmu pengetahuan dan mengembangkan minat dan bakat serta kegemaran menuju kemandirian dan kreativitas. Juga memotivasi pemuda untuk membawa perdamaian di jemaat dan masyarakat serta memaksimalkan program pelayanan pemuda GMIM,” pungkasnya. (*/J.Mo)






