Tahuna – Ketua Pengadilan Negeri (PN) Tahuna, Sigit Triatmojo, pimpin Prosesi peresmian dan pengangkatan pimpinan DPRD Sangihe periode 2024- 2029 dilangsungkan dalam Rapat Paripurna di gedung DPRD, Selasa (5/11/24).
Pimpinan DPRD yang baru diangkat tersebut adalah Ferdy Sondakh sebagai Ketua DPRD dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Rizald Paulus Makagansa sebagai Wakil Ketua I dari Partai Nasdem, dan Marvein Hontong sebagai Wakil Ketua II dari Partai Golkar.
Penjabat (Pj) Bupati Sangihe, Albert Happy Wounde, yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan ucapan selamat kepada para pimpinan DPRD yang baru saja diresmikan. “Saya mengapresiasi kinerja pimpinan sementara DPRD yang telah melaksanakan tugas dengan penuh dedikasi sejak dilantiknya anggota DPRD pada 28 Agustus 2024 yang lalu”ucapa Wounde
Wounde mengatakan proses peresmian ini bukan sekadar formalitas, melainkan simbol dari tanggung jawab besar yang harus dipikul oleh para pimpinan DPRD. “Sebagai wakil rakyat yang dipercaya untuk membawa aspirasi dan kebutuhan masyarakat, diharapkan dapat bekerja dengan penuh integritas dan dedikasi yang tinggi” ujar Wound
- Jadi Pembicara di Akademi Politik UMJ, Wamen ATR/Waka BPN: Pertanahan Berperan Strategis Dukung Asta Cita Presiden Prabowo
- Berikan Pengarahan di Kantah Kota Samarinda, Wamen Ossy: ATR/BPN Harus Jadi Solusi Pembangunan di Kalimantan Timur
- Bupati Minut Pnt. Dr. Joune Ganda Hadiri Ibadah Pengucapan Syukur Jemaat GMIM Baitani Winuri
Lebih lanjut, Pj Bupati menegaskan bahwa peran DPRD sebagai lembaga legislatif sangatlah penting untuk mewujudkan pemerintahan yang transparan dan berpihak kepada kepentingan rakyat. “DPRD bisa menjadi penggerak perubahan dan menjadi mitra yang konstruktif bagi pemerintah daerah”ungkap Wounde
Mengakhiri sambutannya, Pj Bupati yakin bahwa para pimpinan dan anggota DPRD akan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. “DPRD harus selalu mengedepankan kepentingan rakyat, bekerja keras untuk kesejahteraan masyarakat, dan terus berkomitmen untuk menjaga nilai-nilai demokrasi dan Pancasila”pungkas Wounde (Yoss)








