Christiany Eugenia Paruntu
Sulut – Diprediksi Partai Golkar akan sulit bersaing pada pemilihan Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) 2020. Hal ini bukan tanpa alasan. Menurut pengamat politik Jerry Massie apabila Christiany Eugenia Paruntu (CEP) maju pilgub bakal keok.
“Saya menilai CEP masih kalah kelas untuk maju di pilkada Sulut apalagi melawan petahana Olly Dondokambey dan GS Vicky Lumentut apalagi Vonny Panambunan,” kata dia.
Menurut Direktur Eksekutif Political and Public Policy (IPI) ini, Determinasi dan aura politik CEP tak ada lagi. Dia bakal disikat PDI-P dan Nasdem.
“Kualitas CEP di Pilgub belum teruji. Kekuatannya hanya di Minsel dan Tomohon dan setengah Sangihe. Performanya yang sempat bikin sensasi di istana saat penjaringan menteri Jokowi bakal surut,” ujar Jerry.
- 1 Tidak Lolos Bekas, 10 Calon Direksi Perumda di Bitung Akan Lanjut Tes Psikologi, Tertulis Dan Wawancara
- Dihadiri Honandar, Kodam XIII Merdeka Gelar Upacara Penyambutan Satgas Yonif 712/Wiratama, Purna Tugas Operasi Pamtas RI-PNG 2026
- Evaluasi Penggunaan APBD 2025, Banggar DPRD Bitung Dan TAPD Sepakat Prioritas Tingkatkan Pendapatan
Dia menilai jika CEP ngotot maju maka siap-siap Golkar Sulut gigit jari.
“Saya pun pesimis Minsel akan direbut Golkar padahal partai ini penguasa di Sulut di era mendiang Gubernur AJ Sondakh. Partai ini pun kalah kelas dengan Nasdem yang mampu menyalib Golkar dengan dua wakil ke Senayan. Sedangkan Golkar hanya 1 wakil,” sebut Jerry.
Begitu pun, taji partai penguasa tanah Nyiur Melambai ini kalah kasta dengan Nasdem di parlemen. Mereka hanya merebut 7 kursi sedangkan PDI-P 18 kursi Nasdem 9 kursi. Padahal 2014 Golkar mengoleksi 9 kursi.
“Barangkali kepemimpinan CEP bagi saya temasuk gagal dan lemah perlu dipoles lagi,” kata peneliti politik dari Amerika ini. (*/Ivan)






