MANADO – Kota Manado tak akan luput dari masalah banjir dan sampah. kondisi Kota Manado yang ‘dikepung’ 8 daerah aliran sungai (DAS), yakni sungai Tondano, Kima, Maasing, Bailang, Malalayang, Kalasey, Sario, dan Tikala.
Hal itu di katakan Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kota Manado, Dr Liny Tambajong (Kaban Liny) belum lama ini.
Menurutnya, Pemkot Manado harus terus melakukan berbagai upaya berupa inisiatif Pemkot Manado sendiri, kerjasama dengan pihak lain, hingga meminta bantuan pemerintah pusat, untuk menyelamatkan sungai di Manado.
“Pembangunan tanggul di Sungai Tondano sudah memberi dampak positif yang besar bagi Manado. Bencana awal Februari baru-baru, wilayah Mahakam sudah tak kebanjiran lagi, yang biasanya diakibatkan luapan air karena penyempitan sungai,” ujar Kaban Liny.
- Ketua Dewan Andi Silangen Menghadiri Undangan Rapat Kerja Daerah Gerindra Sulut 2026
- Sekwan Silangen Hadiri Peresmian Museum Negeri Provinsi Sulut : Menunjukan Komitmen Kuat Dalam Mendukung Pemeliharaan Cagar Budaya Dan Entitas Pariwisata Berbasis Edukasi
- Diresmikan Menteri Kebudayaan, Wajah Baru Museum Negeri Sulawesi Utara Jadi Ruang Edukasi Modern dan Ikon Wisata Budaya
Dikatakan Kaban Liny, Pemkot Manado akan melakukan pembebasan lahan yang lebih banyak karena sudah ada perencanaan penataan kawasan di sepanjang aliran sungai. “Upaya-upaya yang kita lakukan adalah untuk mewujudkan Manado menuju kota ramah air,” ujar Kaban Liny. (*)






