Minut-Kepala Sekolah (Kepsek) SD Inpres Maliambao, Suratman, terus mendukung kegiatan ekstrakurikuler siswa-siswinya, khususnya pramuka.
Dalam Orientasi Majelis Gugus Kwarcab Minut baru-baru ini, Kepsek Suratman tak hanya mendampingi siswa-siswi kelas 6 selama tiga hari, tetapi juga menggunakan uang pribadi untuk memenuhi kebutuhan mereka.
“Sudah menjadi tanggungjawab kami guru-guru, mendampingi dan menunjang kegiatan siswa demi pembentukan karakter mereka. Kegiatan pramuka adalah satu dari kegiatan ekstra kurikuler yang sangat dibutuhkan siswa,” kata Kepsek Suratman sejumlah kepada wartawan pada Sabtu (14/10) 2023.
Meskipun siswa juga memberikan sumbangan uang sebesar Rp20 ribu untuk kegiatan pramuka, Kepsek Suratman memastikan bahwa uang tersebut digunakan sepenuhnya untuk memenuhi kebutuhan 14 siswa selama empat hari kegiatan. Ia dengan jelas merincikan pengeluaran tersebut.
“Tak ada pungli, 20 ribu itu dikumpul oleh 14 siswa. Rinciannya 20 x 14 sebanyak Rp 280 ribu. Dan uang sebenyak Rp280 ribu itu digunakan membeli kebutuhan siswa selama kegiatan, bahkan 3 hari biaya yang dikeluarkan itu melebihi 280 ribu tetapi sebanyak Rp 314 ribu. Jadi punglinya dimana? Kami akan lakukan terbaik untuk siswa,” ungkapnya.
Pengeluaran termasuk membeli telur, bawang, kangkung, gula pasir, kopi, teh, serta air minum dan air untuk MCK selama tiga hari. Meskipun menggunakan dana pribadi dan sumbangan siswa, kegiatan pramuka belum dianggarkan oleh sekolah untuk tahun ini, akan tetapi direncanakan akan dianggarkan pada tahun depan.
Kemudian ia pun merinci setiap kebutuahan yang telah dibelikan untuk memenuhi kebutuhan siswa selama 3 hari menginap di dekat lokasi kegiatan. Yakni, pada 11 Oktober pagi pukul 06.00 WITA, dirinya dan guru pergi berbelanja ke pasar Airmadidi, adapun bahan yang dibelikan, Telur 2 baki dengan harga Rp 114.00. 3 ikat batang bawang Rp15 ribu 3 ikat sayur kangkung 12 ribu 1 kilo gula pasir 15 ribu, Kopi bubuk 2 bungkus besar 12 ribu, 1 kotak Teh celup 6 ribu dan belanja air untuk MCK selama 3 hari 100.000 serta blanja air minum kemasa 2 dos 40.000.
“Memang masih menggunakan dana pribadi dan kumpulan dana dari siswa untuk siswa, karena kegiatan pramuka belim dianggarkan tahun ini. Baru akan dianggarkan pada tahun depan oleh sekolah,” katanya.
Ternyata, sumbangan uang sebesar Rp20 ribu dari siswa di SD Inpres Maliambao mendapat dukungan dari Debota Saol, salah satu orang tua siswa yang anaknya turut serta dalam kegiatan Pramuka.
“Saya mendampingi langsung anak saya selama 3 hari ikut kegiatan pramuka, jika melihat apa yang dibutuhkan siswa termasuk konsumsi mereka selama 3 hari itu tak sebanding dengan uang 20 ribu yang mereka kumpul. Dan uang yang mereka kumpul itu untuk mereka bukan untuk Kepsek atau Guru,” kata Debora.
Namun, Debora Saol berpendapat bahwa sumbangan seharusnya lebih besar untuk memenuhi kebutuhan siswa selama kegiatan pramuka.
Debora berterima kasih atas fasilitas yang disediakan pihak sekolah, termasuk tempat menginap selama kegiatan pramuka.
“Kami orangtua bersyukur karena Kepsek SD Maliambao sudah memfasilitasi anak-anak kami menginap di rumah mereka selama anak-anak kami ikut kegiatn pramuka. Jadi tak ada pungli apa pun oleh sekolah,” tutupnya. (***)









