oleh

Kesal Kena Teguran, Oknum Guru Fitnah Kepsek SD Inpres Maliambao

-Berita, Minut-898 Dilihat

Minut-Tudingan pungli di SD Inpres Maliambao, Kecamatan Likupang Barat (Likbar), Minahasa Utara (Minut), ternyata tidak beralasan dan dipastikan sebagai kabar palsu.

Diduga, isu ini dihembuskan oleh oknum guru dengan inisial KK yang terlibat dalam pemalsuan surat keputusan (SK) pembagian tugas.

Kepala Sekolah (Kepsek) SD Inpres Maliambao, Suratman, dengan tegas membantah tudingan tersebut. Ia menyatakan tidak pernah meminta uang kepada guru, siswa, atau orang tua siswa dalam bentuk apapun.

Menurutnya, isu pungli disebarkan oleh oknum guru untuk menutup kesalahannya dalam pemalsuan SK pembagian tugas.

“Isu pungli sengaja disebar oknum guru untuk menutup kesalahannya memalsukan SK pembagian tugas,, saya tak pernah memerintah atau meminta apa pun kepada siapa pun. Itu faktanya dan saya siap diperiksa jika melakukan hal tersebut,” kata Suratman.

Kronologi peristiwa ini dimulai dari permintaan berkas sertifikasi dari Dinas Pendidikan Minut pada tanggal 11 Oktober 2023. Pada tanggal 10 Oktober 2023, Kepsek menyampaikan pengumuman kepada guru penerima melalui grup WhatsApp sekolah untuk menyiapkan berkas yang diminta. Salah satu berkas yang dimasukkan adalah SK Pembagian Tugas guru tahun pelajaran 2023/2024.

Namun, tanpa konfirmasi ke kepala sekolah, oknum guru KK melakukan tindakan sendiri dengan memanipulasi SK pembagian tugas lama. Setelah terungkap bahwa SK tersebut palsu, oknum tersebut menyebar isu pungli untuk mengalihkan perhatian dari kesalahannya.

“Tapi setelah saya periksa SK yang di tipx oleh yang bersangkutan itu adalah bodong, karena dalam SK itu salah karna masih mencantumkan guru yang sudah pensiun sejak 2022, makanya saya tidak mau menanda tanganinya. di situ awal sampai terjadi debat hingga oknum tersebut menyebar isu bohong soal pungli,” ungkap Kepsek SD Inpres Maliambao tersebut.

Guru-guru di SD Inpres Maliambao juga membantah adanya pungutan liar atau permintaan pengurusan berkas sertifikasi oleh Kepsek. Neltje Sembe, salah seorang guru, menyatakan bahwa Kepsek justru membantu dan memudahkan guru-guru dalam mengurus berkas-berkas yang diperlukan untuk sertifikasi.

“Sejak memimpin hingga saat ini, pak Kepsek tidak pernah meminta apa pun termasuk dalam bentuk uang ke guru-guru atau orang tua siswa atau siswa, bahkan Kepsek banyak membantu kami dalam meningkatkan kualitas kerja untuk kemajuan sekolah,” beber Neltje Sembe.

Klarifikasi ini membawa cahaya terang atas tuduhan pungli di SD Inpres Maliambao, hal ini membuktikan bahwa isu tersebut adalah hasil pemalsuan dan informasi yang tidak benar. (***)