Manado – Sejumlah oknum-oknum LSM diduga melakukan pemerasan pada pekerja tambang di pertambangan Ratatotok Mintra.
Hal tersebut ikut di sesalkan Ketua LSM Gerakan Masyarakat Membangun Minahasa Tenggara (GMM Mitra) Vidi Ngantung, bersuara.
“Kami sangat menyesalkan tindakan dari oknum teman-teman LSM yang seolah-olah mencari kesalahan di lokasi tambang. Akan tetapi kegiatan di lokasi tidak seperti yang mereka sangkakan,” kata Ngantung saat diwawancarai awak media Jumat (28/10/2022).
Menurutnya, kejadian ini telah menjadi keresahan ditengah masyarakat Mitra.
- Perkuat Kebersamaan Dimomen HUT RI Ke 81, Polres Bitung Gelar Olahraga Bersama Bhayangkari
- Mendengarkan Pidato Presiden Dalam Rangka HUT RI Ke 71, DPRD Bitung 2 Kali Gelar Paripurna Dalam Sehari
- Jalin Kerja Sama Dengan RSUD Bitung, Yayasan Rumah Lukaku Indonesia Lakukan Pemeriksaan Mata Dan Kitanan Gratis
“Cara-cara dari oknum LSM ini membuat resah. Kalau memang seperti itu cara dari oknum-oknum LSM lakukan. Terpaksa kami akan menempuh jalur hukum,” tegasnya.
Dia pun menyebut jika saat ini di Minahasa Tenggara terdapat 400 pekerja, dan berharap tidak ada konflik yang terjadi akibat pemerasan.
“Apakah LSM itu bisa jamin, sebab itu saya minta ke teman teman LSM silakan cek ke lapangan. Jangan hanya mendengar karena saya tahu persis kondisi lapangan di Mitra,” jelasnya.
Ngantung pun berharap tambang sangat membantu perekonomian masyarakat di Minahasa Tenggara.
“Marilah kita cari titik temu yang baik. Kalaupun ada laporan ke teman-teman LSM marilah kita memediasi yang baik, mari kita cari solusi dan saling menghargai,” ujarnya. (Dwi)








